Tenun Berdikari Buleleng Pernah Jaya di Masa Kepemimpinan Soeharto Hingga SBY

Pertama kali Tenun Ikat Berdikari Dipakai Presiden RI Soeharto Tahun 1966

KBRN, Singaraja: Nama kain tenun Berdikari hanya terdengar samar-samar. Bagi generasi milenial saat ini, nama Berdikari mungkin hanya sebatas singkatan. Saking asingnya, pusat pertenunan yang beralamat di Jl. Dewi Sartika, Kaliuntu, Buleleng, Bali itu tak banyak yang tahu kini mati suri. Tak ada aktifitas apapun di pusat kerajinan tradisional tersebut.

Padahal, pada masa lalu produsen kain tenun ini pernah berjaya. Saat kebanyakan pemimpin daerah bahkan setingkat Presiden RI kala itu memakai pakaian berbahan tenun yang diproduksi oleh tangan terampil keluarga Kap. Pol. (Purn) I Komang Alit (Alm) dan Ni Nyoman Sujani (Alm).

Nama Berdikari tentu merujuk dari singkatan Berdiri Diatas Kaki Sendiri yang dimaknai sebagai simbol kejayaan. Dimana masa keemasan tenun Berdikari, karya yang digarap dengan cagcag atau alat tenun bukan mesin ini pernah dikenakan oleh Presiden RI kedua, Soeharto. Sekitar tahun 1982 merupakan masa awal tenun khas Bali ini dikenakan oleh orang nomor satu di Indonesia kala itu saat gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) pertama. 

Oleh seorang penerus generasi kedua, Pertenunan Berdikari, Made Pasek Sudarsana kepada RRI menuturkan awal mula hasil karyanya hingga bisa dikenal. Kepemimpinan Gubernur Bali, Prof Ida Bagus Mantra menjadi orang yang berjasa mengangkat citra tenun ikat Berdikari. Cinderamata ini nyatanya menarik banyak pemimpin negara sehingga tenun Berdikari pernah dijadikan salah satu seragam staf kepresidenan dan mentri kabinet saat itu.

"Gubernur Bali Ida Bagus Mantra pernah mengenalkan dan mempromosikan kain ikat tenun berdikari untuk souvenir ke Istana yang saat itu dijabat Soeharto. kemudian banyak digunakan banyak pejabat negara," ungkapnya.

Tak hanya presiden kedua Indonesia yang mengenakan tenun ikat Berdikari asal Gumi Den Bukit itu. Faktanya tongkat estafet pengenaan tenun ikat dengan handmade itu juga dikenakan oleh presiden berikutnya sehingga kejayaan tenun ikat dimasanya benar-benar menjadi kebanggaan bagi Made Pasek Sudarsana hingga saat ini.

"BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono semua wakil presidennya saat itu juga menggunakan tenun Berdikari. Saat ini hanya bapak Presiden Jokowi yang belum mengenakan," imbuhnya.

Made Pasek Sudarsana sangat berharap tenun ikatnya juga dikenakan oleh Presiden Joko Widodo untuk melengkapi catatan perjalanan tenun Berdikari yang diwariskan orang tuanya.

"Harapannya semoga bapak Presiden Joko Widodo bisa mengenakan endek Berdikari sehingga menambah koleksi Presiden yang pernah mengenakan produk kami," harap Sudarsana.

Kini kejayaan kain tenun ikat Berdikari diambang kenangan. Selepas Covid-19 menghantam sejak Maret 2020, produksi kain tenun sama sekali tidak bergerak. Kondisi ini diperparah seiring menjamurnya pakaian modern yang harus mengubur sejarah panjang Berdikari.

Terakhir pewaris tunggal Pertenunan Berdikari berharap terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pengenaan Kain Tenun Endek Tradisional Bali yang dikeluarkan Gubernur Wayan Koster menjadi harapan besar untuk mempertahankan tonggak sejarah kejayaan kain tenun tradisional Bali yang digarapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00