Tim Cakra Menggala Gencarkan Operasi ke Desa-Desa

Tim Cakra dan Menggala siap gencarkan operasi ke desa-desa di wilayah timur dan barat Buleleng

KBRN, Singaraja : Guna memantau dan memastikan penerapan protokol kesehatan di masyarakat, Tim Cakra Menggala Buleleng mulai melaksanakan operasi ke desa-desa di sembilan kecamatan di wilayah Bali Utara.

Dengan pelaksanaan operasi mulai 16 hingga 25 Januari 2021 mendatang, Tim Cakra Menggala dapat melihat secara langsung kegiatan warga masyarakat, apakah selama ini betul-betul sudah mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Hal ini dilakukan mengacu pada perkembangan kasus Covid-19 pasca aktivitas masyarakat merayakan pergantian tahun akhir Desember lalu tercatat kasus terkonfirmasi hanya 3 orang, namun akhir-akhir ini meningkat menjadi 18 orang.

“Penertiban tahun baru kan Buleleng tertib sekali, walaupun ada kasus saya monitor waktu itu tanggal 31, tanggal 1 itu cuma 3 terkonfirmasi. Tapi saat kita hanya statis, seperti yang diselenggarakan saat ini, hanya diam di tempat dan itu hanya diselenggarakan cuma 1 hingga 2 jam saja, langsung naik. Hari ini terkonfirmasi 18 positif di wilayah Buleleng,” ucap Dandim 1609/Buleleng, Letkol. Infantri Muhammad Windra Lisrianto, Sabtu (16/1/2021) pagi.

Dandim 1609 Buleleng, Letkol. Infantri Muhammad Windra Lisrianto, SE, M.I.K mengatakan, dibentuknya Tim Cakra Menggala merupakan komitmen dari unsur Muspida Buleleng sebagai tindak lanjut upaya mengatasi kasus Covid-19 yang fluktuatif.

“Ini kita bentuk sebagai komitmen dan tindak lanjut kita selama ini, supaya jangkauan operasi pendisiplinan itu menjadi lebih lebar. Jadi tim cakra dan menggala ini nanti akan sebagai tim penyapu di seluruh wilayah Buleleng di sembilan kecamatan ini. Jadi ada tim cakra yang nanti ke sektor barat tim menggala yang ke sektor timur, dan ini terus mereka melaksanakan kegiatan, dari pagi, siang, sore dan malam hari,” jelasnya.

Larangan kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, tegas Dandim Windra Lisrianto, menjadi poin utama penindakan terhadap warga masyarakat.

“Ya kegiatan-kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, seperti ada yang tidak memakai masker, mereka akan langsung memberikan sanksi, kemudian bagi kegiatan-kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, mereka akan sanksi dan melaksanakan penertiban, karena selama ini pola kita kan statis, ini kita ambil sebagai refleksi pelajaran dari penertiban tahun baru,” imbuhnya.

Orang nomor satu di jajaran Kodim 1609/Buleleng ini menambahkan, kegiatan yang mengawali selama 10 hari tersebut, nantinya akan dievaluasi oleh Pemkab Buleleng yang menjadi motor penggerak dalam penanganan Covid-19.

Dengan demikian, ucap Listrianto, Pemkab Buleleng semestinya menjadi pelopor penggerak sementara jajaran TNI/Polri sifatnya hanya membantu. Sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah, dalam penanganan Covid-19 dapat segera teratasi dan perekonomian segera pulih kembali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00