Sebanyak 10 Warga Binaan Lapas Singaraja Bebas Perdana di 2021

KBRN, Singaraja: Kebijakan pemerintah untuk memberikan asimilasi bagi para tahanan, diperpanjang. Perpanjangan tersebut berlanjut diberlakukan seiring dengan Pandemi Covid-19 yang belum berlalu. Di Kabupaten Buleleng sendiri, sebanyak 10 Warga Binaan Lapas Singaraja "bebas" dengan Program Asimilasi Rumah, Kamis (14/1/2021).

Adapun rincian pidana warga binaan Lapas Singaraja yang mendapatkan program tersebut, yakni kasus narkotika 5 orang, penipuan 1 orang, penggelapan 1 orang, pencurian 1 orang, laka lantas 1 orang dan perbankan 1 orang.

Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini menguraikan, pemberian asimilasi itu seiring dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020 tentang pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, serta cuti bersyarat bagi narapidana dan anak pidana dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

"Semoga dengan adanya pemberian asimilasi rumah ini menjadikan warga binaan semangat sehingga dapat menyesali perbuatannya dan dapat kembali ke masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan dan kegiatan di masyarakat", ungkap Zaini

Dirinya menambahkan, Lapas Singaraja tetap komit bahwa dalam kegiatan ini tidak dipungut biaya sepersenpun.

Sebelumnya kegiatan diawali dengan serah terima klien Asimilasi Rumah via Aplikasi Zoom kepada Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar yang diwakili oleh Wayan Surya Dhinata selaku Pembimbing Kemasyarakatan Muda bertempat di Ruang Binapigiatja yang disaksikan langsung oleh Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Buleleng Nyoman Tri Suryabhuana dan Anggota Kepolisian Sektor Gerokgak dikarenakan 1 orang Warga Binaan menjalani masa pidananya di Polsek Gerokgak. Kegiatan ini diikuti oleh Kasi Binapigiatja Nyoman Sukendra, Kasubsi Registrasi Made Sukiadnya dan seluruh staf registrasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00