Pemanfaatan Teknologi IoT Dorong Efesiensi dan Efektivitas Industri Pertanian

KBRN, Singaraja: Sektor pertanian telah memiliki sejumlah transformasi digitalisasi dalam beberapa dekade terakhir, sehingga pertanian saat ini lekat akan pemanfaatan teknologi. Dengan menggunakan berbagai gadget untuk smart farming, petani akan mendapatkan kontrol yang lebih baik atas proses pemeliharaan tanaman, sehingga menjadikannya lebih efektif dan efesien.

Seperti halnya dalam pemanfaatan pemasangan sensor pertanian Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh Forum Petani Muda Keren (PMK). Pemanfaatan teknologi IoT pada lahan pertanian sesuai dengan penerapan agriculture 4.0, demikian diungkapkan Ketua Forum PMK, Agung Wedha ketika dikonfirmasi RRI, Selasa (27/10/2020).

“Penerapan 4.0 berbasis stand alone energy menggunakan solar panel, berhasil dibuat dengan biaya cukup murah. Astungkara banyak Petani dapat menerapkan teknologi ini. Monitoring suhu, kelembaban, PH, curah hujan, dapat termonitor secara livetime kapanpun dan dimanapun. Penyiraman dan pemupukan juga bisa dilakukan dengan jarak jauh,” ungkapnya.

Pengapilkasian sensor pertanian Internet of Things (IoT) juga memiliki nilai ekonomis sebanding dengan manfaat efektifitas dan efesiensi yang didapat. Saat ini Forum Petani Muda Keren (PMK) juga tengah berinovasi dan mengembangkan program-program tersebut sehingga platform yang dibuat memudahkan duplikasi pada kekebun-kebun lainnya.

Teknologi Internet of Things (IoT) juga saat ini sudah dikembangkan dilahan pertanian holtikultura seluas 20 are milik Gede Suardita. Menurut Ketua PMK Gobleg itu, pemanfaatan IoT jauh memudahkan sistem kerja petani saat ini.

Dukungan teknologi yang tergolong baru ini mampu mengangkat tren seperti pertanian organik, pertanian dalam ruang kecil atau dengan budaya tertentu. Dari sudut pandang permasalahan lingkungan, smart agriculture berbasis IoT dapat memberikan manfaat besar termasuk dalam penggunaan air yang lebih efisien, atau optimalisasi input dan perawatan tanaman.

“Efektif sekali untuk memudahkan kerja petani saat ini, semua kontrol  dan kondisi pertanian kita dapat dimonitoring dengan mudah. Saat ini baru 20 are yang kita terapkan teknologi ini, kedepan mudah-mudahan bisa dikembangkan lagi dan dimanfaatkan oleh petani lain,” ungkap Suardita.

Hal itu juga tengah dilirik oleh Wayan Sria yang memandang penerapan IoT dapat  mempermudah kerja petani modern. Petani Bali Buyan Beri itu menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan melirik pemanfaatan teknologi Internet of Things tersebut.

“Teknologi yang modern digabung dengan SDM yang bagus tentunya akan mendorong pertanian kita maksimal, kita akan lihat sejauh mana manfaat yang kita petik untuk bisa mendapat hasil yang baik. Ini akan kita kembangkan perlahan dengan biaya sendiri tentunya dibantu dari PMK untuk instalasinya,” imbuhnya.

Kemajuan teknologi dalam bidang pertanian sudah selayaknya menjadi isu penting untuk terus dikembangkan. Saat ini, sistem pertanian presisi (precision agriculture) sedang menjadi lingkup kajian yang strategis. Pertanian presisi merupakan sistem pertanian dengan input menggunakan teknik dan teknologi yang tepat untuk mengurangi masalah pemborosan sumber daya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00