PMK Gobleg Kembangkan Irigasi Tetes Berbasis Teknologi

KBRN, Singaraja: Sektor pertanian kini boleh dikata menjadi tulang punggung perputaran roda ekonomi di Povinsi Bali, terlebih situasi pandemi saat ini terus menggempur sektor pariwisata yang sebelumnya jadi tumpuan Pulau Dewata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi regional dan nasional kini tiarap. Produk pertanian, khususnya pangan juga merupakan kebutuhan dasar masyarakat ditengah wabah covid-19.

Sejalan dengan situasi saat ini, upaya strategis untuk mendorong pemajuan sektor pertanian coba disuntikkan Bank Mandiri melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan yang digelontorkan yakni berupa lima unit paket irigasi tetes kepada Forum Petani Muda Keren (PMK) di Desa Gobleg, Banjar, Buleleng, Rabu (9/9/2020). Tujuannya adalah untuk mendukung geliat pertanian berbasis teknologi didesa setempat.

Menariknya sistem irigasi tetes dipasang PMK Goblek bantuan dari CSR Bank Mandiri adalah pemanfaatan teknologi hidrasi yang dioprasikan melalui aplikasi di smartphone. Proses penyiraman dapat dilakukan melalui sentuhan dan jauh dari kata konvensional.

Ketua PMK Gobleng, Gede Suardita kepada RRI mengatakan, bantuan berupa paket irigasi tetes dapat memudahkan para petani dalam pemanfaatan air dalam proses penyiraman tanaman. Diakuinya berada pada ketinggian 1262 mdpl, geografis pertanian holtikultura sangat memerlukan efesiensi ketersediaan air sebagai syarat dalam bercocok tanam.

"Pertanian yang kita kembangkan holtikultura berupa sayur mayur yang penting sekali memperhatiakan efesiensi air, waktu penyiraman, dan melalui bantuan yang kita terima adalah untuk memudahkan petani sehingga bisa menghemat waktu proses pengairan," ungkapnya.

"Bantuan ini sifatnya hanya sebagai stimulus karena alat yang kami terima hanya baru efektif mengairi 50 are luas lahan dari total 8 ha. Satu unit irigasi tetes cukup untuk 10 are luas lahan pertanian. Ini akan kita kembangkan dan harapannya kedepan pertanian yang kita kembangkan berbasis teknologi," imbuhnya.

Sementara itu dikutip dari media sosial Ketua Forum Petani Muda Keren, Agung Wedha saat mendampingi penyerahan bantuan CSR Bank Mandiri menyebut, alat berupa unit irigasi tetes sangat efektif saat memasuki musim kemarau.

"Paket Drip Irigasi sangat bermanfaat pada saat musim panas dimana kebutuhan air terbatas. Dan ini menjadi stimulus untuk petani lainnya dalam mengembangkan model pertanian berbasis teknologi, pungkasnya.

Untuk diketahui pemanfaatan irigasi tetes masih minim dikembangkan para petani di Pulau Dewata. Selain terbilang membutuhkan modal besar juga pengetahuan teknologi pertanian yang masih minim, sehingga melalui pilot project yang dikembangkan CSR Bank Mandiri dapat memacu para petani untuk bermigrasi memanfaatkan teknologi dalam bekerja.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00