Ratusan Santri Asal Buleleng Kembali ke Pondok Pesantren

Sebelum kembali ke pondok, para santri wajib jalani karantina 14 hari dan rapid test

KBRN, Singaraja : Sebanyak 850 santri asal Kabupaten Buleleng secara bertahap telah diberangkatkan oleh tim alumni pondok pesantren, untuk kembali ke pondok pesantren masing-masing di wilayah Pulau Jawa. Sebelum diberangkatkan, mereka diwajibkan mentaati protokol kesehatan dan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Para santri yang kembali menuntut ilmu di pondok masing masing, sebelumnya sudah menjalani karantina mandiri di rumah dan menjalani rapid test sesuai protokol kesehatan Covid-19,” jelas Ketua Alumni Pondok Pesantren untuk wilayah Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, H Mulyadi Putra, Kamis (25/6/2020).

Hal ini dilakukan guna menghindari munculnya klaster baru penyebaran Covid-19, sehingga para santri nantinya diharapkan dalam kondisi sehat, dapat belajar dengan tenang dan aman di pondok pesantren masing masing.

Mulyadi Putra yang mengawal keberangkatan para santri asal Buleleng mulai dari persiapan hingga perjalanan sampai ke pondok mengakui, untuk pelaksanaan rapid test, para santri hanya dikenakan biaya retribusi pelayanan kesehatan Rp.20.000 di puskesmas dalam wilayah setempat.

“Para santri yang dirapid test sejak kemarin dan hari ini hanya dengan biaya retribusi saja, sesuai dengan peraturan daerah, tidak seperti biaya pada umumnya. Karena santri ini kan masuk dalam kelompok pelajar,” imbuhnya.

Mulyadi Putra menambahkan, khusus untuk kegiatan karantina mandiri selama 14 hari, selain pengawasan ketat oleh orang tua selaku wali santri, juga dipantau langsung oleh para koordinator santri.

“Dalam situasi pandemi seperti ini, kuncinya adalah hanya satu, kedisiplinan masyarakat. Jadi orangtua bisa wanti-wanti, bagi yang tidak melaksanakan karantina 14 hari maka kita tidak akan kembalikan ke podok pesantren,” tegasnya.

Dari 850 santri yang sebagian besar menuntut ilmu di pondok pesantren wilayah Jawa Timur, hingga kini yang telah diberangkatkan sebanyak 500 orang. Beberapa diantaranya sudah mulai mengikuti proses pembelajaran di pondok pesantren masing-masing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00