Pengiriman Puluhan Kambing Tanpa SKKH di Gilimanuk Digagalkan

KBRN, Negara: Pembatasan dan pemeriksaan aktifitas ternak akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan. Kali ini petugas kembali menggagalkan kiriman 20 ekor ternak kambing dari Banyuwangi dengan tanpa dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (7/8/2022). 

Pelabuhan penyebrangan merupakan titik rawan bagi pemasukan media pembawa HPKH dan OPTK. Sesuai dengan Undang Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pasal 35 setiap orang yang melalulintaskan hewan, tumbuhan dan produknya harus dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari daerah asal. 

Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk I Nyoman Ludra saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga mengatakan, sesuai dengan undang-undang diatas, kegiatan pengawasan juga dilakukan guna mengantisipasi masuknya wabah PMK yang kian menyebar di berbagai wilayah di Pulau Jawa. 

"Untuk itu, Pejabat Karantina Pertanian Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk senantiasa melakukan pengawasan lalulintas media pembawa HPHK dan OPTK. Pejabat Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk bersama instansi terkait berhasil menggagalkan masuknya 20 ekor kambing dari Banyuwangi. Kambing tersebut akan masuk menuju Bali tanpa dilengkapi dokumen karantina," ungkap Ludra. 

Selain itu, lanjut Ludra, kambing merupakan media pembawa bagi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dilarang pemasukannya ke Pulau Bali sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) No. 4/2022 tentang pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku berbasis Zonasi. 

Terkait hal tersebut, imbuh Ludra, pihaknya meminta keterangan mengenai media pembawa kepada supir angkutan dan melakukan tindakan penolakan terhadap kambing-kambing tersebut dan dikembalikan ke daerah asal.

"Kami akan selalu bekerjasama dengan berbagai pihak terkait dalam mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku serta HPHK dan OPTK lainnya," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar