Sejumlah Sampel Sapi di Jembrana Positif PMK, Warga Diminta Lebih Waspada

KBRN, Negara: Sejumlah sampel sapi di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana yang dilakukan pengujian hasilnya positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Adanya kasus positif di Jembrana, peternak sapi dihimbau untuk melakukan karantina sapi yang hasilnya positif PMK, serta melakukan penyemprotan desinfektan dan rutin memberikan obat-obatan atau vitamin. 

Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) I Wayan Widarsa saat dikonfirmasi, Senin (4/7/2022) membenarkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar positif PMK.

"Delapan sampel yang positif, satu sampel negatif," ungkapnya. 

Widarsa juga menjelaskan, pengambilan sembilan sampel sapi pada hari Minggu (04/07/2022) pada populasi sapi yang terindikasi PMK. Diantaranya, di Desa Pergung sebanyak 4 sampel positif PMK, Kelurahan Tegalcangkring dari 2 sampel satu positif, kemudian di Desa Banyubiru dua ekor positif dan Desa Manistutu satu sampel positif.

"Karena hasil laboratorium positif PMK, maka sapi lain yang berada di sekitar kandang juga dianggap positif. Sehingga total ada 29 populasi sapi yang terimbas PMK," paparnya. 

Terhadap sapi yang sudah dinyatakan positif, Widarsa menekankan, untuk pada pemilik sapi untuk melakukan "karantina" sapi dengan tidak mengeluarkan sapi dari kandang. Selain itu, harus rutin diberikan obat dan penyemprotan kandang. Pihaknya melalui dokter hewan yang ada di setiap kecamatan akan mengontrol sapi setiap hari. Pengobatan rutin itu, dilakukan hingga sapi sembuh dari PMK.

"Sapi Lockdown dulu. Jangan keluarkan dari kandang. Pengobatan rutin harus dilakukan sapi sembuh, paling tidak dua Minggu," ujarnya. 

Meskipun sudah dinyatakan positif, Widarsa mengimbau, masyarakat untuk tidak resah dan panik. Karena PMK ini tingkat penyebab kematian rendah, antara 1-3 persen menyebabkan kematian sapi.

PMK ini yang dikatakan dampaknya ekonomi, karena sapi yang diserang PMK tidak mau makan akhirnya kurus dan harga jualnya murah, sehingga merugikan peternak. 

"Karena sudah ada yang positif di Kabupaten Jembrana dan penularan sangat cepat, harus diwaspadai dengan menjaga kebersihan kandang dan sapi. Biasakan sapi dimandikan sebelum masuk kandang dan melakukan biosecurity yang ketat dengan penyemprotan disinfektan pada kandang sapi," pungkas Widarsa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar