Abrasi Semakin Parah, BWS Bali Penida Sambangi Pantai Pebuahan

KBRN, Negara: Abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Jembrana kondisinya sangat mengkhawatirkan, salah satunya terjadi di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Menindaklanjuti situasi tersebut, tim Balai Wilayah Sungai (BWS) mendatangi pesisir pantai tersebut untuk melihat langsung kondisi abrasi tersebut. 

Tim dari BWS Bali Penida Kementerian PUPR bersama Bidang Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana melihat kondisi abrasi pantai yang semakin parah di pantai Pebuahan. Bahkan, akses jalan utama warga setempat terputus karena rabat beton di pesisir pantai amblas. Dari kunjungan tersebut petugas akan melakukan pendataan dan ke perencanaan teknis. 

Staf perencanaan dan program BWS Bali Penida I Made Wiranjaya saat dikonfirmasi, Senin (4/7/2022) mengatakan, kedatangan ke Pantai Pebuahan untuk survei kondisi abrasi di Pantai Pebuahan, seperti apa kondisi terkini abrasi tersebut dan mencari data primer mengenai abrasi yang terjadi.

"Hasil survei dan data primer yang diperoleh akan disampaikan kepada pimpinan. Proses selanjutnya ke perencanaan teknis," ungkapnya. 

Wiranjaya juga menjelaskan, mengenai abrasi yang terjadi di pantai Pebuahan ini memang belum ada studi sebelumnya. Diharapkan peran pemerintah daerah dan stakeholder terkait bisa lebih cepat realisasi anggaran dari pusat untuk penanganan pantai Pebuahan ini.

"Karena saat ini Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah mengajukan proposal untuk penanganan abrasi pantai di Pantai Pebuahan. Selanjutnya, menunggu tindaklanjut dari usulan yang sudah disampaikan kepada pemerintah pusat," ujarnya. 

Kepala Bidang Sumberdaya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman I Gede Sugianta mengatakan, usulan penanganan pantai Pebuahan sudah disampaikan kepada pemerintah pusat. Karena yang berwenang untuk penangan pantai sepenuhnya pemerintah pusat.

"Awal tahun 2022 sudah ke Jakarta bersama bupati (Bupati Jembrana I Nengah Tamba) mengusulkan penanganan abrasi di Jembrana," jelasnya 

Sugianta juga menjelaskan, khusus untuk abrasi di pantai Pebuahan tersebut, usulan yang disampaikan untuk penanganan pantai 2,5 kilometer nilainya Rp 100 miliar. Bupati Jembrana I Nengah Tamba, saat ini sedang berupaya agar usulan penanganan pantai segera terwujud.

"Realisasinya mudah-mudahan tahun 2023 ini bisa terealisasi, pemerintah daerah khususnya Kabupaten Jembrana pasti akan berupaya agar segera terealisasi," paparnya. 

Sementara itu, karena akses jalan utama warga terputus karena rabat beton amblas, jalan alternatif mulai digunakan. Pemerintah desa meminta pada pemilik lahan yang selama ini digunakan untuk jalan pribadi untuk digunakan jalan umum.

"Kami sudah datangi pemilik lahan dan merelakan tanahnya untuk digunakan sebagai jalan umum sementara," kata Perbekel Desa Banyubiru I Komang Yuhartono.

Abrasi di pantai Pebuahan semakin parah sejak gelombang tinggi yang menerjang pantai sejak beberapa Minggu terkahir. Jalan utama warga yang selama ini akses jalan warga terputus karena rabat beton ambruk pada Minggu (3/7/2022). Selain jalan, rumah-rumah warga banyak yang rusak karena diterjang gelombang. Warga khawatir kondisi semakin parah karena gelombang tinggi masih berpotensi terjadi hingga bukan Agustus mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar