PMK Masuk Bali, Lockdown Ternak Diberlakukan

Pengiriman ternak keluar Bali saat ini di lockdown mengingat Bali ditemukan kasus PMK dan upaya penanggulangan wabah pada ternak secara nasional 

KBRN, Negara: Terjangkitnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada puluhan ekor Sapi di tiga Kabupaten di Bali, mengharuskan lockdown ternak keluar pulau Bali. Terlebih Kementerian Pertanian RI juga telah menyurati pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota di Bali untuk melakukan lockdown ternak dan penyemprotan disinfektan kandang secara berkala. 

Surat dari Menteri Pertanian Ri tertanggal 1 Juli 2022 ini meminta Gubernur dan Bupati/Walikota di Bali untuk segera melakukan lockdown dan penyemprotan disinfektan secara berkala. Hal tersebut diberlakukan guna menanggulangi penyebaran wabah PMK yang penyebarannya masif dan sangat cepat. Selain itu lockdown ternak di Pulau Bali sudah di berlakukan mulai 1 Juli 2022. 

Penanggungjawab Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Gilimanuk Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Nyoman Ludra, saat dikonfirmasi, Minggu (3/7/2022) membenarkan adanya lockdown ternak keluar Bali.

"Kami menindaklanjuti perkembangan PMK yang saat ini penyebarannya masif dan sangat cepat. Termasuk di Bali, mulai 1 Juli lalu, lockdown ternak penyebar PMK diberlakukan," ungkapnya. 

Lockdown ternak penyebar PMK dilakukan, lanjut Ludra, guna mengantisipasi penularan yang lebih masif di Bali dan mengurangi dampak ekonomi yang lebih luas.

"Ini berlaku untuk semua ternak penyebar PMK. Terkecuali DOC (anak ayam) dan telur, sehingga pengiriman ternak yang sempat dilonggarkan kini telah diinstruksikan untuk lockdown. Diberlakukannya lockdown ini merupakan upaya menghentikan penyebaran PMK yang saat ini sangat cepat," tegasnya. 

Sehingga Hingga 30 Juni 2022, imbuh Ludra, di Indonesia, penyebaran PMK pada ternak sudah terjadi di 19 provinsi dan 222 kabupaten/kota. Jumlah ternak tertular 297.650 ekor dari total populasi ternak sapi dan kerbau terdampak yang perlu penanganan 11,7 juta ekor.

"Pemerintah juga telah menetapkan status Keadaan Tertentu darurat penyakit PMK," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar