Pelaku Percobaan Penculikan Anak Diamankan Polisi

KBRN, Negara: Kurang dari 24 jam terduga pelaku penculikan anak dibawah umur yang juga sebagai sorang pedofilia berhasil diringkus Satreskrim Polres Jembrana. Percobaan penculikan anak tersebut terjadi di Jalan Danau Kalimutu, Lingkungan Lelateng, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana pada Rabu (29/6/2022). 

Petugas kepolisian tidak membutuhkan waktu lama untuk meringkus pelaku yang berinisial BAB (31) seorang pedagang, asal Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Diketahui juga pelaku pernah melakukan pencabulan tehadap anak di wilayah Polda Mataram dan di vonis penjara 5 (lima) tahun Pengadilan Negeri Mataram pada tahun 2015 lalu. 

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Reza Pranata seijin Kapolres Jembrana, saat melaksanakan pers release di aula Polres Jembrana, Jumat (1/7/2022) mengatakan, atas informasi dari kerabat korban dan dikuatkan bukti melalui rekaman CCTV yang ada di dekat lokasi kejadian, pelaku berhasil diamankan petugas di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. 

"Pelaku juga pernah melakukan tindakan asusila yang sama dan divonis 5 tahun dan menjalani hukuman selama 2,5 tahun di Pengadilan Negeri Mataram pada tahun 2015. Dari hasil pemeriksaan memang ada niat dan tujuan dari pelaku berusaha untuk berbuat cabul kepada anak tersebut, beruntung saat itu korban diselamatkan oleh bibinya," ungkap Reza Pranata. 

Kejadian berawal, lanjut Reza Pranata, dari korban pulang mengisi angin ban sepeda gayung miliknya selanjutnya bertempat di Jalan Danau Kalimutu tersangka datang menghampiri korban mengendarai sepeda motor Honda Vario mengajak korban dengan mengatakan mau diukur badannya, karena tidak kenal dan menolak, akan tetapi tersangka memaksa korban, akibatnya korban membanting handphone tersangka.

"Tersangka tetap memaksa korban dan menarik sepeda gayung yang dinaiki korban. Dijalan Gatot Subroto korban disuruh meletakkan sepeda gayungnya kemudian korban meletakkan dibawah pohon, karena takut korban memegang pohon namun tersangka menarik dipaksa naik ke sepeda motor. Korban diajak ke rumah kosong di Jalan Udayana Negara," papar Reza Pranata.

Saat perjalanan, imbuh Reza, korban dilihat oleh bibinya dan diikuti sampai didepan rumah kosong. Setelah sampai dirumah kosong, tersangka masuk untuk mengecek dan korban ditinggal diluar.

"Pada saat itu bibi korban menghampiri dan menanyakan kepada tersangka, mas siapa,,,? dijawab oleh tersangka bahwa teman korban, setelah itu tersangka langsung kabur menaiki sepeda motornya ke arah barat," jelasnya.

Reza menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal yang disangkakan pasal 83 Yo Pasal 76 F  UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 330 Ayat (1) dan ayat (2) Yo Pasal 53 Ayat (1) KUHP.

"Ancaman hukuman paling singkat 3 tahun, paling lama 15 tahun atau hukuman penjara selama lamanya 9 tahun," tegasnya. 

Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana menambahkan, atas kejadian tersebut perlu mendapat perhatian dan antisipasi dari semua pihak.

"Untuk para orang tua, agar terus mengingatkan kepada anak-anaknya agar berhari-hati kepada orang yang belum dikenal. Kami juga menghimbau kepada masyarakat jika ada kejadian hal serupa mohon langsung melaporkan ke Polres Jembrana," ujarnya.

Gde Juliana juga berharap, ke depan mudah-mudahan tidak ada korban yang lain atau percobaan-percobaan yang korban yang lain.

"Saya menghimbau kepada masyarakat Jembrana tidak perlu risau karena semua peran masyarakat perlu untuk bisa menjaga situasi di wilayahnya. Kami juga akan memberikan pendampingan kepada korban agar tidak menjadi trauma kedepannya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar