Kelian Desa Adat Julah Ditetapkan Sebagai Tersangka

KBRN, Singaraja: Dalam kasus pembakaran rumah warga Julah tanggal 9 Juni 2022 lalu, Satuan Reskrim Polres Buleleng selain menetapkan Kelian Desa Adat Julah KS sebagai tersangka juga menetapkan 8 tersangka lainnya, masing masing KS, NK, WS, KS, NS, WJ, WP, dan KS.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika kepada sejumlah wartawan di Mapolres Buleleng, jumat (1/7/2022) mengungkapkan, penetapan 9 orang warga Julah sebagai tersangka mengacu kepada pasal 160 KUHPjo pasal 170 KUHP jo pasal 85 KUHP mengenai tindak pidana penghasutan dan atau menyuruh melakukan pengerusakan secara bersama sama di muka umum terhadap barang dengan ancaman 6 tahun.

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Hadimastika memaparkan kronolis kejadian pembakaran rumah Sah Rudin warga setempat berawal dari adanya kegiatan gotong royong.

"Mereka melakukan pertemuan di sebidang tanah itu untuk melakukan pembersihan objek tanah itu, tapi ditengah acara gotong royong  itu tadi seharusnya untuk membersihkan lingkungan disitu ada pembacaan silsilah tanah, dibacakan oleh KS mungkin menyulut emosi warga dan akhirnya ada kata kata hasutan obyek itu harus dibersihkan dengan dibakar setekah mendapat hasutan itu maka satu satu orang itu melakukan pengerusakan di objek rumah tersebut," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Buleleng juga menyatakan, kasus tanah warga yang ditempati Sah Rudin sebenarnya kini masih berproses dalam sengketa kasus perdata dan berstatus quo tidak boleh ada kegiatan di lokasi tersebut.

KS yang kini masih menjabat sebagai Klian Adat Julah walaupun hanya bisa duduk di kursi roda karena kondisi tubuhnya namun ia tetap ditahan, karena sesuai dengan pengecekan medis yang bersangkutan layak untuk ditahan bersama 8 tersangka lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar