Kejaksaan Negeri Buleleng Gelar Seminar Hukum

KBRN, Singaraja: Pendekatan keadilan restorative menjadi model penegakan hukum di Indonesia saat ini, termasuk di Kejaksaan Negeri Buleleng.

Demikian diatakan Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Rizal Syah Nyaman pada seminar hukum kerjasama antara Kejaksaan Negeri dengan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha Singaraja, Jumat (1/7/2022).

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng Rizal Syah Nyaman, dalam pendekatan keadilan restorative mengacu kepada peraturan perundang undangan yang berlaku, dimana dalam penerapan hukum Restorative Justice ada ketentuan pidanaya. Dimana tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan diancam hukuman dibawah lima tahun.

"Pertama harus pertama kali tersangka melakukan tindak pidana yang wajib kita beri, kemudian ancamannya itu harus dibawah lima tahun," jelasnya.

Semantara itu Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha Singaraja, Profesor Sukadi menyatakan apresiasinya terkait kerja sama yang dilakukan Kejaksaan Negeri Buleleng dalam rangka merealisasikan program Undiksha dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Selain itu kerja sama yang dijalin Undiksha dengan KejaksaanNegeri Buleleng juga akan bisa meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa.

"Dengan kegiatan seminar ini harapan saya kajian kajian tentang hukum akan lebih didekatkan dengan kegiatan praktis bagaimana hukum itu dilaksanakan bagaimana penegakan hukm itu dilaksanakan oleh lembaga lembaga penegakkan hukum salah satunya oleh kejaksaan negeri Buleleng," ucapnya.

Seminar sehari penegakan hukum dengan pendekatan Restorative dikkuti mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha Singaraja serta jajaran Kejaksaan Negeri Buleleng serta MDA. Sementara hadir selaku narasumber Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng Anak Agung Jayalantara dan Sekretaris Peradi Buleleng Kadek Doni Riana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar