KPU Buleleng Daulat Suwug Sebagai Desa Peduli Pemilu

KBRN, Singaraja: Desa Suwug, Kecamatan Sawan memiliki catatan sebagai salah satu desa dengan tingkat partisipasi pemilih yang rendah dalam pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. Hal itu mendorong KPU Kabupaten Buleleng menunjuk Desa Suwug, Kecamatan Sawan sebagai Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3).

Berdasarkan data dari KPU Buleleng, tingkat partisipasi pemilih di Desa Suwug dalam Pemilu tahun 2019 lalu hanya sebesar 40 persen. Sementara dalam pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024 mendatang, KPU tidak ingin terjadi kondisi yang sama. Apalagi, Pemkab Buleleng telah menyiapkan dana hibah non pemilihan kepada KPU, sehingga dimanfaatkan untuk membuat program ke desa yang notabene partisipasinya rendah.

Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan yang hadir sebagai pembicara di Desa Suwug menjelaskan, program DP3 dari KPU Buleleng ini penting untuk memberikan pemahaman terkait pemilu 2024 mendatang. Jika sudah paham, maka akan muncul kesadaran yang berdampak pada peningkatan partisipasi pemilih.

“Tujuan utamanya adalah semua warga menyadari dan menggunakan haknya dengan baik, dalam Pemilu 2024 ini kita harapkan naik lebih lagi,” katanya.

Selain melakukan sosialisasi, upaya lain yang dilakukan adalah melaksanakan pemutakhiran data pemilih. Proses tersebut diyakini mampu meningkatkan jumlah pemilih yang akan datang ke tempat pemungutan suara.

“Data pemilih kita sudah mulai diperbaiki. Sehingga tidak ada lagi yang terdaftar di TPS bersangkutan ternyata dia berada di Denpasar atau berada di Jakarta,” ucap tegas Lidartawan.

Sementara itu, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Buleleng Gede Bandem Samudra mengatakan, program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di Desa Suwug diikuti 25 orang. Mereka nantinya akan menjadi kader Desa yang bertugas melakukan sosialisasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Pemilu kepada masyarakat lebih luas.

“25 orang tentunya kita akan libatkan dalam berbagai kegiatan sosialisasi. Termasuk juga nantinya menjadi KPPS. Karena mereka sudah mengikuti kegiatan ini, jadi sedikit tidaknya mereka paham,” ucapnya.

Selain di Desa Suwug, program yang sama juga akan menyasar Desa Julah, Kecamatan Tejakula, yang jugabtingkat partisipasi pemilihnya rendah. Yakni hanya diangka 56 persen.

Di tempat yang sama, Perbekel Desa Suwug Ketut Suadnyana tidak menampik jika tingkat partisipasi pemilih di Desanya rendah. Ia memaparkan, dari sekitar 7.000 lebih masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih, hanya sekitar 2.400 orang yang menyalurkan hak pilihnya. Rendahnya partisipasi pemilih ini terjadi lantaran sekitar 60 persen warga Suwug yang tinggal dan bekerja di luar Desa.

“Dengan kader-kader Desa ini nantinya akan menyebarluaskan informasi untuk menyambut event demokrasi tahun 2024. Sehingga ada peningkatan masyarakat untuk menentukan pilihan nantinya,” kata Suadnyana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar