KPU Jembrana Gelar Rekapitulasi PDPB Triwulan II 2022

Rekapitulasi PDPB Triwulan II 2022 di Kantor KPU Jembrana, Rabu (29/6/2022) 

KBRN, Negara: Jelang pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana menggelar rapat koordinasi dan rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) triwulan II tahun 2022 bersama instansi terkait di Ruang Rapat Kantor KPU Jembrana, Rabu (29/6/2022). 

Pada rapat tersebut, masih ditemukan pemilih pemula, perubahan status, hingga meninggal dunia. 

Menurut data yang diperoleh, dari total pemilih sebanyak 237.546 orang, rincianya laki-laki sebanyak 117.731 orang dan perempuan sebanyak 119.815 orang tersebar di lima kecamatan yang ada. Kemudian, dari hasil pendataan triwulan II (April-Juni) ini ditemukan 95 orang untuk pemilih baru atau pemula. Kemudian yang beralih status (TNI dan Polri) sebanyak 19 orang, jumlah yang tidak memenuhi syarat (TMS) yakni meninggal dunia sebanyak 82 orang.

Rekapitulasi PDPB Triwulan II 2022 di Kantor KPU Jembrana, Rabu (29/6/2022)

Ketua KPU Jembrana, I Ketut Gde Tangkas Sudiantara ditemui usai kegiatan itu mengatakan, kegiatan rakor ini memang rutin dilaksanakan per triwulan atau tiga bulan sekali. Tujuannya adalah untuk terus mendata para pemilih di Jembrana sebagai persiapan Pemilu 2024 mendatang.

"Kegiatan rutin ini bertujuan untuk menyampaikan pergeseran-pergeseran data dari sebelumnya. Sebab, bisa jadi ada penambahan dan bisa jadi ada pengurangan," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi Ni Putu Angelia menyebutkan, kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sudah dilakukan sejak awal tahun 2021. Setiap bulan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polri, TNI, PMD serta Disdukcapil Jembrana untuk melakukan penyandingan data. 

"Untuk Dinas PMD, kita mengharapkan ada update data dari setiap desa atau kelurahan baik yang pemilih yang pindah maupun yang meninggal. Yang diutamakan adalah untuk pemilih yang meninggal dunia, karena yang meninggal tersebut harus dibuktikan dengan resmi yakni surat keterangan dari desa dan bukti akta kematian dari Dukcapil. Itu menjadi dasar untuk penghapusan data nantinya," jelas Angel. 

Angel melanjutkan, dari hasil penyandingan data pada triwulan II ini, total sementara jumlah pemilih di Kabupaten Jembrana sebanyak 237.546 orang. Ada 95 orang pemilih baru (pemula), kemudian yang beralih status (TNI dan Polri) sebanyak 19 orang, jumlah yang tidak memenuhi syarat (TMS) yakni meninggal dunia sebanyak 82 orang, dan belum KTP cukup signifikan yakni sebanyak 2.500 orang. Khusus untuk yang belum ber-KTP tidak serta merta akan kita hapus namun data akan diolah. 

"Mungkin nanti akan ada penambahan atau pengurangan. Karena data ini sifatnya sangat dinamis. Terutama mendekati proses pemutakhiran data pada Oktober 2022 mendatang sebagai persiapan Pemilu 2024. Tapi sekarang kita masih menunggu regulasi dari pusat terkait itu. Kemudian data DPB ini akan disandingkan dengan Kemendagri juga," pungkas Angel.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar