Hasil Uji Lab Anjing Gigit Lima Warga di Tegal Badeng Positif Rabies

KBRN, Negara: Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana telah menerima hasil uji lab sampel otak anjing yang menggigit empat orang warga di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana Selasa 28 Juni 2022. Dari dua sampel yang diuji, hasilnya positif. Sebelumnya, Bidang Keswan-Kesmavet Jembrana juga telah menduga ciri-ciri anjing yang menggigit warga lebih dari satu orang tersebut mengarah ke rabies.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet), Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa saat dikonfirmasi, Rabu (28/06/2022) menjelaskan, dari data yang ada, jumlah total kasus anjing positif rabies sebanyak 136 kasus,

"Jumlah tersebut tersebar di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana, jumlah tersebut sudah termasuk dengan tambahan dua kasus anjing positif rabies di Tegal Badeng Barat.

"Rinciannya, kasus tertinggi ditemukan di Kecamatan Mendoyo. Dari 11 Desa/Kelurahan di Kecamatan Mendoyo ditemukan sebanyak 38 kasus, kemudian 8 Desa di Kecamatan Pekutatan dengan jumlah 28 kasus, sebanyak 7 Desa/Kelurahan di Kecamatan Jembrana terpapar 25 kasus, dan 9 Desa/Kelurahan di Kecamatan Negara ditemukan 24 kasus dan 9 Desa di Kecamatan Melaya ditemukan 22 kasus. Dari toal 52 Desa/Kelurahan yang di Jembrana, ada 42 Desa/Kelurahan yang berstatus zona merah rabies di tahun 2022," papar Widarsa. 

Widarsa juga menyebutkan, dengan tambahan kasus dua ekor anjing positif rabies, total kasus periode Januari-Juni 2022 sebanyak 136 kasus. Itu tersebar di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana.

"Kami juga telah menekankan ke para petugas lapangan untuk terus melakukan vaksinasi masal sesuai jadwal. Apalagi Jembrana telah mendapat pasokan atau droping vaksin rabies dari Provinsi Bali sebanyak 17.500 dosis," ujarnya. 

Widarsa juga menyebutkan, selain rabies pihaknya juga akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli 2022 mendatang. 

"Selanjutnya kita (tim) juga akan turun ke lapangan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan-hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha mendatang, untuk memastikan kesehatan hewan kurban tersebut," tandasnya. 

Sebelumnya, sebanyak empat orang warga Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana digigit anjing liar, pada Sabtu 25 Juni 2022. Peristiwa yang terjadi saat upacara adat tersebut tiba-tiba diserang anjing dengan kondisi sempoyongan. Bahkan satu diantara korbannya berusia 7 tahun. Beruntungnya, semua warga tersebut sudah mendapat penanganan VAR di faskes terdekat, serta anjing yang menginggit sudah dieliminasi untuk diambil sampel otaknya.

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, empat orang warga yang menderita luka gigitan tersebut diserang oleh dua ekor anjing. Anjing tersebut diduga rabies. Sebab, dua ekor anjing tersebut datang dengan kondisi sempoyongan dan kemudian menggigit warga yang dilihatnya. Pasca kejadian tersebut, tim dari Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Jembrana melakukan identifikasi dan mengambil sampel otak anjing tersebut. Selanjutnya, sampel otak akan di uji laboratorium di BBVET Denpasar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar