Jembrana Akan Jadi Sentra Pembibitan Kelapa Genjah

Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna saat menghadiri ngruak dan mecaru bangunan pembuatan bibit  di Banjar Pangkung Kwa, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo

KBRN, Negara: Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menghadiri acara ngruak dan mecaru bangunan pembuatan bibit bertempat di Banjar Pangkung Kwa, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana yang digagas oleh anggota DPR RI A. A. Bagus Adhi Mahendra Putra, Selasa (28/6/2022).

Dengan bantuan dana APBN senilai 1 milyar rupiah, dilahan seluas 4.000 meter persegi tersebut akan diproduksi bibit kepala genjah sebanyak 8.000 sampai 10.000 pohon dalam setahun. Dengan adanya sentra pbibitan kelapa genjah ini diharapkan perputaran uang senilai Rp. 300 juta pertahunnya oleh kelompok tersebut. 

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Adhi Mahendra Putra dalam sambutannya. Pihaknya juga menjelaskan, sentra pembinitan tersebut dapat memproduksi ribuan bibit pertahunnya.

"Disini akan ada 4.000 meter persegi yang akan kita bangun sentra pembibitan kelapa genjah. Jadi pembibitan ini dalam satu tahun akan bisa menghasilkan bibit kelapa 8.000 sampai 10.000 bibit, di mana panennya ada dua fase panen dalam setahun," ungkapnya. 

Adhi Mahendra Putra juga menjelaskan, dalam proses pembuatan bibit itu diminta masyarakat yang kurang mampu untuk bekerja ditempat tersebut, dan dalam 3 tahun akan dididik bagaimana membuat bibit yang baik.

"Karena selama tiga tahun kita akan gaji untuk belajar membuat bibit sampai betul-betul bisa dan bibitnya nanti bersertifikat. Kalau dia pakai polybag berarti 30 ribu rupiah per pohon, jadi akan ada perputaran uang 300 juta, itu yang akan dimiliki oleh kelompok bukan saya," ujarnya. 

Anggota DPR RI Dapil Bali ini juga mengungkapkan, keinginannya untuk menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai sentra industri pertanian.

"Cita-cita dan angan saya Jembrana ini akan menjadi industri pertanian, industri pariwisata religius karena mempunyai hutan-hutan yang bagus, industri pariwisata perikanan karena mempunyai laut yang bagus. Kabupaten lain tidak mempunyai nilai ini. Hutannya tidak sebanyak hutan di Jembrana. Sentra pertanian ini satu-satunya dan baru pertama di Bali, dan baru ada di 13 provinsi dari 34 provinsi yang ada," paparnya. 

Sementara Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan, apresiasinya kepada anggota DPR RI tersebut,

"Hal pertama yang bisa saya sampaikan adalah terima kasih kepada Bapak Agung Adhi, beliau memberikan perhatian yang luar biasa untuk Jembrana, dan perhatian yang lebih khusus lagi di bidang pertanian. Perhatian beliau terhadap pertanian di Kabupaten Jembrana, beliau masih terus membawa program-program dari pusat ke Kabupaten Jembrana," ucapnya.

Lebih lanjut wabup yang akrab di sapa Ipat itu menjelaskan, bahwa perekonomian di Kabupaten Jembrana pada masa pandemi masih terselamatkan karena sebagian besar masyarakat Jembrana bekerja pada sektor pertanian.

"Jadi trobosan ini sangat kita harapkan dapat memajukan pertanian di Kabupaten Jembrana. Masyarakat kita notabene sebagai petani jadi sangat cocok. Selain ini pertanian adalah salah satu sektor yang menyelamatkan Jembrana pada saat pandemi covid-19," imbuhnya.

Terkait dipilihnya kelapa untuk dikembangkan pada sentra pembibitan ini, Wabup Ipat sangat menyetujui hal tersebut. Ia melihat bahwa tanaman kelapa memiliki potensi yang sangat besar untuk pasar di Bali pada khususnya.

"Saya lihat kelapa itu adalah tanaman dari ujung atas sampai ujung bawah itu sangat berguna di kehidupan sehari-hari dan kehidupan beragama kita, sehingga Bali secara umum itu masih kekurangan produk-produk kelapa. Ini merupakan pasar yang potensial, jadi saya rasa sudah sangat tepat membuat sentra pembibitan dan tempat ini sebagai pusat untuk mengembangkan kelapa terutama kelapa genjah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar