Vaksin Tulup dan Kasira, 2 Program untuk Redam Rabies di Buleleng

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Buleleng, Made Suparma, bersama Perbekel Desa Les, Gede Adi Wistara, di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Senin (27/6/2022).

KBRN, Singaraja: Kabupaten Buleleng tengah diteror rabies. Hingga detik ini, setidaknya ada 6 orang yang dikabarkan meninggal dunia karena digigit anjing yang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat rabies masih tergolong sangat tinggi. Tiap tahunnya. tercatat 100-156 orang harus meregang nyawa akibat terinfeksi oleh virus yang sampai saat ini belum diketahui obatnya itu.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Buleleng, Made Suparma menyampaikan, hingga tanggal 26 Juni 2022 tercatat ada 83 kasus gigitan yang telah dilaporkan ke iSIKHNAS (Informasi Kesehatan Hewan Nasional).

Suparma melanjutkan, pihaknya telah menggalakkan vaksinasi dengan tulup sebagai sebuah inovasi dan upaya untuk membuat anjing tidak mengalami trauma.

“Kita punya sistem yang baru yang kita sebut sebagai sistem vaksinasi tulup. Kalau memang tidak mendesak sekali, saya melarang penggunaan jaring. Pasalnya anjing trauma dengan penggunaan jaring. Sehingga kita memiliki variasi vaksin dengan tulup, sekitar 4-5 meter kita kejar anjing yang ditarget lalu kita tulup,” jelasnya kepada RRI Singaraja, Senin (27/6/2022).

Selain vaksin tulup, Suparma menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk KASIRA, atau Kader Siaga Rabies. Sebuah program yang dibentuk agar aparat bisa saling bersinergi dalam penanggulangan rabies. Kasira terdiri dari babinsa, karang taruna, pecalang, dan unsur lainnya. Adanya Kasira diharapkan bisa membuat info terkait anjing diduga rabies dapat lebih cepat sampai ke stakeholder terkait.

Sementara itu, Perbekel Desa Les Gede Adi Wistara menyatakan, dirinya telah menerapkan tindakan preventif untuk warga masyarakatnya.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Buleleng, Made Suparma bersama Perbekel Desa Les, Gede Adi Wistara, di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Senin (27/6/2022).

“Desa Les sudah melakukan proteksi warga untuk menangkarkan, mengandangkan, atau mengikat anjing-anjing liar. Tidak dipungkiri di desa ditemui satu kepala keluarga (KK) bisa memiliki 3-4 anjing yang dibebasliarkan. Saya sampai sudah mengancam warga sendiri melalui speaker yang ada bagi warga masyarakat yang mempunyai anjing liar yang belum atau sudah divaksin untuk tolong diikat atau dikandangkan. Karena jika nanti ditemukan rabies atau ketahuan menggigit warga, itu bisa dituntut hukum. Itu saya ancam seperti itu,” terangnya.

Langkah preventif untuk menanggulangi rabies sendiri tak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dinas Peternakan dan desa terkait harus saling bersinergi untuk bisa menekan angka kasus dan meredam teror rabies di Kabupaten Buleleng.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar