Meski Abrasi, Warung Lesehan Ikan Bakar di Pebuahan Tetap Bertahan

KBRN, Negara : Abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Jembrana kini kondisinya sangat memprihatinkan, terparah terjadi di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, lantaran abrasi sudah merusak puluhan rumah warga serta warung-warung lesehan ikan bakar yang menjadi andalan warga setempat. 

Warung-warung lesehan di Banjar Pebuahan dulunya menjadi tempat wisata kuliner favorit masyarakat bahkan luar Kabupaten Jembrana. Namun, warung-warung tersebut kini keberadaannya sangat terancam, bahkan tidak sedikit yang sudah gulung tikar, hanya beberapa warung yang masih bertahan meski sudah beberapa kali harus pindah akibat digerus abrasi. 

Salah satu pedagang ikan bakar di Pebuahan, Suliani (45) saat ditemui dirumahnya, Rabu (22/06/2022) mengatakan, segala upaya sudah dilakukannya secara swadaya untuk mereda terjangan ombak besar namun tetap sia-sia.

“Udah puluhan truk batu saya urug, tetap saja abrasi, berbagai upaya warga setempat juga sudah dilakukan, ikat ban juga sudah," ungkapnya. 

Mengenai warung-warung ikan bakar lainnya, Suliani mengatakan, masih ada yang bertahan ditengah gerusan abrasi yang semakin hari semakin parah.

“Ada juga yang sudah gulung tikar, kami bertahan karena pelanggan masih ada yang datang berkunjung, meski kami harus terus berpindah jika digerus abrasi, tapi ini juga satu-satunya usaha kami selain menjadi nelayan," ujarnya. 

Selain warung-warung lesehan, lanjut Suliani, puluhan rumah warga juga sudah hancur tergerus abrasi.

“Abrasi terjadi sudah lama, hampir 10 tahun lebih, rumah dipinggir juga sudah hancur semua, setiap bulan purnama ombak pasti tinggi, bahkan deburannya hingga lewat jalan rabatan ini mas, kadang juga kami takut jika tinggal dirumah, takut air masuk dan terseret arus," jelasnya. 

Sementara pedagang ikan bakar lainnya Ibu Watik (52) ditemui mengatakan hal serupa, dirinya tetap bertahan lantaran masih ada pelanggan yang bersedia makan di warungnya yang kini masih tergerus abrasi,

“Kalau dari informasi sih katanya akan dipasang tanggul batu seperti di pantai Baluk Rening mas, kalau tidak salah lagi 6 (enam) bulan katanya sudah berjalan, ya harapannya segera saja mas, sudah parah sekali ini," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar