Karantina Buka Larangan Pengiriman Babi

Pengiriman babi keluar Bali melalui jalur darat (Pelabuhan Gilimanuk) diperbolehkan mulai 25 Mei 2022, dengan syarat ketat

KBRN, Negara: Karantina Pertanian memutuskan untuk membolehkan pengiriman ternak babi keluar Bali setelah sempat ada pelarangan akibat dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Pelonggaran ini dilakukan dengan berbagai catatan, salah satunya selama perjalanan darat menerapkan bio security ketat dan tidak transit di wilayah wabah. 

Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk, Nyoman Ludra, Jumat (27/5/2022) mengatakan diperbolehkannya pengiriman babi keluar Bali ini berlaku mulai 25 Mei 2022. Tetapi babi yang masuk Bali masih dilarang. Diperbolehkannya pengiriman melalui jalur darat Pelabuhan Gilimanuk ini berdasarkan surat dari Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian kepada Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar. 

Menindaklanjuti surat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Nomor: B.33.524/32443/PKH/DISTANPANGAN Tanggal 25 Mei 2022 dan Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali Nomor: 015/GUPBI/V/2022 Tanggal 25 Mei 2022 permohonan pengiriman babi keluar Bali mempertimbangkan kesulitan transportasi laut. Begitu juga belum ditemukannya kasus PMK pada babi di Indonesia.

"Sudah dibolehkan pengangkutan babi dari Bali langsung menuju Jakarta melalui jalur darat," kata Ludra.  

Tetapi harus melalui masa karantina 14 hari di IKH di Bali dan dinyatakan sehat atau tidak gejala PMK. Pengiriman babi dilengkapi dengan SKKH atau Sertifikat Veteriner dari Otoritas Veteriner kabupaten atau kota di daerah asal. Syarat lain, pemilik atau pengirim membuat surat pernyataan di atas meterai bahwa babi yang dilalulintaskan tersebut untuk tujuan dipotong di rumah pemotongan hewan Kapuk di Provinsi DKI Jakarta, serta tidak boleh berhenti di daerah wabah atau di daerah yang terkonfirmasi positif PMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar