Karantina Tolak Ratusan Ekor Ternak ke Pulau Jawa 

Truk dengan muatan babi yang dikirim dari Pulau Bali ke Pulau Jawa dihentikan karantina di Jawa Timur lantaran tak berijin 
Truk dengan muatan babi yang dikirim dari Pulau Bali ke Pulau Jawa dihentikan karantina di Jawa Timur lantaran tak berijin 

KBRN, Negara: Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk sejak sepekan terakhir menerima pengembalian ratusan ekor ternak yang dikirim menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Penolakan ini dilakukan lantaran adanya larangan lalu lintas ternak antarpulau melintasi wilayah Jawa Timur terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Total sudah ada tiga truk angkut ternak Babi yang ditolak dan dikembalikan ke Bali dari Ketapang, Jawa Timur. 

Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk, drh. Nyoman Ludra, Rabu (25/5/2022) mengatakan larangan lalu lintas ternak antarpulau dari Bali ke Jawa maupun sebaliknya masih berlaku antisipasi penyebaran PMK. Namun, sejak sepekan ini masih ada yang nekat melakukan pengiriman tanpa dokumen sehingga ditolak di Jawa Timur.

"Sudah ada sekitar 3 truk, satu truk berkisar 80 ekor babi. Ditolak dari Ketapang dan diputarbalik kesini (Bali)," kata Ludra. 

Pengiriman yang dilakukan pengusaha dari Gianyar dan Tabanan ini, kata Ludra tergolong nekat. Sebab, saat ini aturan larangan lalu lintas baik keluar masuk Bali untuk ternak sapi, babi, kambing dan kerbau masih berlaku. Sehingga meskipun sudah naik kapal dan turun di Pelabuhan Ketapang, akan dihentikan oleh Karantina di Jawa Timur.

"Bila sudah begitu, pasti akan mengalami kerugian karena selain sudah menyeberang juga harus dilakukan perlakuan karantina pada hewan ternak itu sebelum dikembalikan ke kandang asal," jelasnya.

Perlakuan karantina yang dilakukan diantaranya menyemprot disinfektan pada kandang atau truk dan pemeriksaan kondisi ternak. Pengiriman ternak ini ditolak dalam mengurus dokumen ijin karantina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar