Gencarkan Sosialisasi Penanganan Gigitan Rabies di Zona Merah

Suasana sosialisasi di salah satu Kelurahan yang masuk zona merah Rabies terkait penanganan rabies 

KBRN, Negara: Terus melonjaknya kasus rabies di Jembrana setahun ini, disikapi serius Dinas Pertanian dan Pangan serta Kesehatan Kabupaten Jembrana. Salah satunya sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan awal gigitan anjing kepada masyarakat. Sosialisasi menyasar wilayah yang masuk zona merah seperti yang dilakukan di Kantor Lurah Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Senin (23/5/2022). 

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan bersama Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi di hadapan puluhan peserta dari Kepala Lingkungan hingga tokoh masyarakat di kelurahan Baler Bale Agung. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) , Wayan Widarsa menekankan bila terjadi gigitan anjing agar sesegera mungkin melakukan pencucian luka gigitan memakai sabun di air mengalir selama 15 menit.

Upaya ini penting dilakukan sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan, agar kuman dan virus rabies sudah hilang atau berkurang. Warga juga diminta untuk memantau atau melaporkan anjing atau HPR yang menggigit kepada petugas kesehatan atau Keswan. Sehingga bisa segera memastikan apakah hewan tersebut rabies atau tidak.

"Bila perlu agar mengikat atau mengkandangkan, merawat hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dengan baik dan jangan sampai dilepasliarkan. Karena berpotensi tertular rabies," kata Widarsa.

Dari data Dinas, kasus gigitan anjing rabies sejak empat tahun terakhir di Jembrana mengalami lonjakan. Di tahun 2022 hingga akhir bulan Mei ini sudah terjadi 107 kasus gigitan anjing rabies di Jembrana. Salah satu pemicunya tidak maksimalnya vaksinasi rabies massal, karena banyak anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.  

Menurutnya di tahun 2019 lalu tercatat ada 10 kasus, di tahun 2020 ada kasus 5, di tahun 2021, ada 66 kasus dan di tahun 2022 ini sudah ada 107 kasus gigitan anjing rabies. 

Sementara salah satu peserta sosialisasi Putu Sukarini asal Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung mengaku mendapat pengetahuan baru tentang cara penanganan gigitan anjing rabies yang nantinya bisa disebarluaskan kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Dari data Dinas Kesehatan Jembrana di tahun 2022 hingga akhir bulan Mei ini sudah terjadi lebih dari 1300 gigitan anjing yang terjadi di Jembrana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar