OJK Bali Gencarkan Edukasi Waspada Investasi Ilegal Hingga ke Desa

Direktur Pengawasan LJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusra, Ananda R. Mooy bersama Bupati Jembrana saat perayaan Hari BPR BPRS Nasional Provinsi Bali yang dipusatkan di Jembrana, Bali, Sabtu (21/5/2022) 

KBRN, Negara: Fenomena penawaran investasi ilegal di masa Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini terjadi termasuk di Bali. Investasi menggiurkan dan sangat beresiko ini bahkan merambah hingga ke masyarakat kecil. Banyaknya kerugian masyarakat yang diakibatkan oleh investasi ilegal di Indonesia tidak lepas dari kondisi tingkat literasi keuangan khususnya di Provinsi Bali masih rendah, yakni sebesar 38,06 persen. Sedangkan tingkat inklusi cukup tinggi yakni 92,91 persen. 

"Ini menandakan penggunaan layanan dan atau produk keuangan oleh masyarakat tidak diimbangi dengan pemahaman yang tinggi. Perlu inisiasi strategis agar dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus sebagai langkah preventif yang dapat OJK lakukan untuk menekan kerugian akibat investasi ilegal," ujar Ananda R. Mooy, Direktur Pengawasan LJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusra, Sabtu (21/5/2022) di Jembrana, Bali. 

Ananda menyebutkan OJK selaku koordinator Satgas Waspada Investasi (SWI) sekaligus sebagai salah satu regulator di dalamnya bersama lembaga lain seperti Bank Indonesia, Kepolisan RI, Kejaksaan RI, PPATK dan beberapa lembaga negara lain ikut melakukan pengawasan. Dari pengawasan tersebut diketahui bahwa kegiatan dan penawaran investasi ilegal sudah sangat dekat dengan masyarakat. Bahkan dalam 10 tahun terakhir, kerugian akibat investasi ilegal di Indonesia mencapai Rp117,5 triliun. Jumlah itu diprediksi lebih banyak lagi, mengingat kemungkinan masih terdapat masyarakat yang belum melapor.

Berkaitan peran perlindungan konsumen, OJK terus melakukan upaya preventif melalui program-program edukasi keuangan di masyarakat dan penanganan terhadap penawaran investasi bodong dan pinjaman online illegal. Salah satunya program Ngiring ring Banjar dimana akan edukasi perlindungan konsumen di bidang keuangan menyasar hingga ke perdesaan.

"Saya mengimbau agar masyarakat jangan mudah terpengaruh oleh penawaran investasi yang diiming-imingi keuntungan tinggi namun dapat merugikan dikemudian hari. Harapannya melalui program OJK Ngiring ke Banjar dapat menyasar ke lapisan terkecil masyarakat Bali, sehingga edukasi keuangan dan waspada investasi dapat lebih mudah dan disebarluaskan ke masyarakat lainnya," kata Ananda. 

Berdasarkan data SWI, dalam kurun waktu 5 tahun terdapat 1.072 platform investasi ilegal yang berhasil ditutup dan sejak awal tahun 2022 hingga Maret, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan sebanyak 19 entitas investasi ilegal robot trading tanpa izin dan 634 platform perdagangan berjangka komoditi tanpa izin termasuk di dalamnya kegiatan binary option yang ditutup. 

Sedangkan sejak tahun 2018 sampai dengan Maret 2022 ini, SWI telah menutup sebanyak 3.889 pinjaman online ilegal dimana per tanggal 2 Maret 2022, terdapat 102 pinjaman online legal yang terdaftar dan berizin di OJK. Di tahun 2022, OJK akan kembali menggelar Survey Nasional Literasi Keuangan Indonesia dan kami berharap program OJK Ngiring ke Banjar ini mampu mendorong tingkat literasi masyarakat Bali lebih baik dibandingkan tahun 2019.

Pihaknya juga mengajak ke bank-bank juga ikut melakukan edukasi ini hingga ke tingkat Banjar. Termasuk ratusan insan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-Bali yang hadir dalam perayaan Hari BPR BPRS Nasional 2022 di Anjungan Cerdas Mandiri, Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Sabtu (21/5/2022).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar