Penyuluh Bahasa Bali di Buleleng Berhasil Konservasi Sembilan Cakep Lontar di Kecamatan Seririt

Lontar-lontar yang berhasil dikonservasi Penyuluh Bahasa BAli Buleleng
Proses konservasi lontar
Proses konservasi lontar

KBRN, Singaraja: Sebanyak 20 Penyuluh Bahasa Bali yang bertugas di Kabupaten Buleleng melakukan konservasi lontar milik Gede Arsa Wijaya, Bendesa Adat Desa Pangkungparuk Kecamatan Seririt, Kamis (19/5/2022).

Dari beberapa lontar yang diperoleh di Kecamatan Seririt, ditemukan lontar yang  sudah berusia ratusan tahun dengan kondisi memprihatinkan.

Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Buleleng, Putu Pertama Yasa dikonfirmasi RRI menjelaskan, kondisi naskah  secara umum dalam keadaan kotor, kering dan beberapa diantaranya sudah mengalami kerusakan dan sudah tidak utuh. 

"Seluruh lontar yang ada sebanyak 9 cakep dengan 11 judul. Lontar yang terkonservasi dan teridentifikasi dengan katagori, pangusdan, panglukatan, piwelas, tenung, dan kanda," terangnya.

Pertama Yasa menyebut tujuan konservasi untuk melestarikan lontar yang merupakan aset budaya leluhur agar tidak punah. Diakuinya selama ini Penyuluh Bahasa Bali tetap eksis melakukan program-program meski diantaranya dihadapkan beberapa tantangan.

Ditambahkan dari bulan Januari hingga pertengahan Mei 2022, Penyuluh Bahasa Bali Buleleng berhasil mengidentifikasi 126 lontar di empat tempat diantaranya Tejakula, Buleleng dan Seririt. 

"Bahkan dari tahun 2017 sampai sekarang kita sudah identifikasi 3400 cakep lontar," imbuhnya.

Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Buleleng, Putu Pertama Yasa optimis ditengah landainya pandemi covid-19 upaya pergerakan tim semakin optimal, dengan demikian program-program yang dicanangkan Penyuluh Bahasa Bali Buleleng semakin eksis.

Sementara, Bendesa Adat Desa Pangkungparuk, Gede Arsa Wijaya, yang juga sebagai pewaris lontar tersebut mengapresiasi upaya yang dilakukan Penyuluh Bahasa Bali Buleleng. Melalui program konservasi lontar yang dilakukan diharapkan dapat menyelamatkan keberadaan warisan leluhur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar