Dua Kali Wisatawan Meninggal Saat Mendaki, Rencananya Akan Digelar Pecaruan dan Malik Sumpah di Gunung Batur

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta

KBRN, Bangli: Setelah dua kali terjadi musibah wisatawan meninggal salah satunya bernama Robert Evans (70) asal California, Amerika Serikat yang meninggal saat mendaki Gunung Batur beberapa hari lalu.  Warga desa , pengelola pendakian dan pemerintah rencanakan gelar upacara pecaruan dan malik sumpah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, Selasa (17/5/2022) mengungkapkan pasca kejadian meninggalnya wisatawan yang melakukan pendakian di Gunung Batur, Kintamani, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama pengelola, pengawas, BKSDA, Disparda, dan Jero Gede Batur Duuran, Jumat (13/5/2022) lalu.

“Dari hasil rapat saran Jero Gede Batur diperlukan upacara penyucian beruapa pecaruan dan malik sumpah. Dari pihak pengelola dan pengawas juga berencana melakukan upacara pecaruan tanggal 19 Mei jam 11 siang. Namun ini masih belum pasti,” ungkapnya.

Lanjut Sugiarta menjelaskan, untuk hari baik pelaksanaan prosesi mecaru dan malik sumpah dirinya belum bisa memastika, lantaran pihaknya mengaku masih harus menunggu keputusan pimpinan dalam hal ini Bupati Bangli.

“Untuk kapan akan dilakukan upacaranya kami belum tau, karena hasil rapat beberapa belum sempat kami laporkan ke pimpinan. Rencananya hari ini kami baru menghadap untuk melaporkan. Kami juga sudah koordinasi dengan bagian kesra,” jelasnya.

Menurut Sugiarta, kemungkinan saat menggelar upacara tersebut diperlukan keterlibatan pihak Pemerintah Provinsi Bali. Alasanya, kaitannya dengan Gunung Batur dan Danau Batur yang notabene juga memberikan penghidupan terhadap masyarakat Bali. 

Sementara disinggung terkait pengawasan di areal pendakian Gunung Batur, Sugiarta menegaskan hal tersebut menjadi kewenangan BKSDA. Dimana sejatinya hingga sekarang jalur pendakian belum dibuka untuk umum, apalagi wisatawan. Namun wisatawan baik lokal maupun luar kerap sudah mulai melakukan pendakian secara mandiri, baik melibatkan pemandu maupun tidak. 

“Dari balai sudah memasang papan pengumuman apa yang boleh dan tidak. Termasuk masukan dari Penyarikan Duuran untuk membuat semacam banner atau sejenisnya,” ujarnya.

Pihaknya juga mengakui masih adanya kelemahan dalam pengawasan. Hal inilah yang akan dikuatkan kembali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar