DBD Merebak, Caput Bergerak Lakukan Fogging

KBRN, Singaraja : Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi momok msayarakat setiap tahun. Penyakit ini biasanya muncul saat musim penghujan diikuti pola hidup masyarakat yang kurang bersih serta adanya genangan air sebagai media nyamuk Aedes Aegypti untuk tumbuh dan berkembang.

Di Kabupaten Buleleng DBD tergolong sebagai endemic karena setiap tahun kasus tersebut terus bertambah. Sebut saja di tahun 2021 lalu ada 210 kasus yang ditangani, sementara di bulan Januari 2022 ini sudah tercatat 17 orang terjangkit DBD yang dominan kasusnya terjadi didaerah perkotaan.

Menyikapi kasus tersebut Ketua DPC BMI Buleleng dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG yang akrab disapa Dokter Caput ini, bergerak cepat untuk memberikan bantuan berupa kegiatan fogging di tempat-tempat ditemukannya kasus tersebut.

Seperti yang dilaksanakan Rabu (19/1/2022) sore, kegiatan fogging menyasar warga masyarakat Kelurahan Beratan Kecamatan Buleleng. Berdasarkan laporan dari Lurah setempat Ni Nyoman Widani, di Kelurahan Beratan terdapat empat warga yang terdeteksi terserang penyakit DBD. Setelah menerima laporan tersebut dr. Caput bersama relawan Loyalis Dokter Caput (LDC) melaksanakan fogging kerumah-rumah warga.

“Kita bergerak cepat untuk menindaklanjuti laporan warga agar DBD tidak menyebar. Dengan kegiatan fogging akan dapat membasmi jentik-jentik nyamuk. Namun saya berharap warga juga harus menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan 3 M yakni mengubur, membersihkan dan menguras agar nyamuk tidak berkembang biak,” ungkap dokter Caput

Kegiatan fogging ini, tidak hanya menyasar rumah empat warga terkena DBD, namun dilakukan hampir diradius 200 meter dari rumah yang terjangkit.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Beratan I Nyoman Widani mengatakan terus melakukan pemantauan kerumah-rumah warga dan siaga menerima laporan bila mana ada kasus serupa untuk diteruskan ke dinas terkait.

“Dari pengalaman tahun sebelumnya bila kami menerima laporan warga dan selalu meneruskan laporan dari masyarakat ke dinas terkait untuk segera ditindak lanjuti agar kasus DBD segera tertangani, sehingga tidak jatuh korban lebih banyak lagi,” ucap lurah Beratan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar