Subak Tibu Beleng jadi Pilot Project  Pengembangan Kawasan Korporasi Petani  

Subak Tibu Beleng dikunjungi Bupati Tamba. Subak tersebut sebagai pilot project pengembangan dan pemberdayaan kawasan korporasi petani berupa padi dan beras
Subak Tibu Beleng dikunjungi Bupati Tamba. Subak tersebut sebagai pilot project

KBRN, Negara : Subak Tibu Beleng di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo dijadikan sebagi pilot project atau percontohan pengembangan dan pemberdayaan kawasan korporasi petani berupa padi dan beras. Hal itu dilakukan sebagai upaya dan langkah untuk mendukung dan mewujudkan kemandirian ketahanan pangan di Kabupaten Jembrana.

Untuk melihat secara kondisi riil lapangan, Bupati I Nengah Tamba bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama secara langsung melakukan penjajakan di subak yang memiliki areal seluas 395 hektar, dipandu langsung oleh kelian subak I Nyoman Tehnik.

“Subak Tibu Beleng yang ada di Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo ini akan dijadikan semacam pilot project pengembangan dan pemberdayaan kawasan untuk hulu-Hilir untuk komoditas padi dan beras. Ini kita masih berjuang dengan Bank Mandiri di pusat,” kata Sutama.

Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Sutama juga menegaskan, sebelumnya pihaknya bersama bupati telah melakukan survey ke Jawa Barat.

”Dari situ (Jawa Barat) ternyata subak kita (Tibu Beleng). Sangat potensial sekali untuk kita jadikan pilot project pengembangan dan pemberdayaan komoditas padi ini. Hanya saja, saat ini kita masih menunggu pihak Bank Mandiri pusat yang akan langsung melakukan survey terhadap komoditi unggulan petani kita ini. Saya yakinkan, dengan keseriusan pak bupati, tahun ini Jembrana bisa difasilitasi oleh Bank Mandiri khususnya subak Tibu Beleng ini yang meliputi luasan areal seluas 395 hektar,” ujarnya.

Sementara Bupati I Nengah Tamba mengatakan, Subak Tibu Beleng yang ada di Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo sangat layak untuk dijadikan pilot project pengembangan dan pemberdayaan kawasan untuk komoditi pertanian Jembrana berupa padi dan beras.

”Untuk tahap pertama ini kita sediakan areal pertanian berupa komoditi padi seluas 395 hektar. Ini dikelola oleh tiga subak. Mereka ini merupakan para petani subak yang benar-benar handal dan penuh semangat,” ujarnya.

Dihadapan petani, Bupati Tamba juga berharap agar produksi gabah petani saat pasca panen dapat dibeli dengan harga cukup tinggi begitu juga beras harganya agak murah. Konsep ini bertujuan agar kesejahteraan petani akan semakin baik. Ini kita doakan dan harapkan kepada bapak menteri,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar