Bupati Bangli Gulirkan Bantuan Dana Duka Ngaben Massal

KBRN, Bangli : Program dana duka kembali digulirkan Pemkab Bangli dibawah kepemimpinan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wabup I Wayan Diar. Hanya saja, program bantuan dana duka itu, diperuntukkan bagi warga desa adat yang melakukan ngaben secara massal. Hal itu terungkap saat Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, S.E didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta saat hadir sebagai upasaksi dalam rangka Upacara Ngaben massal yang dilaksanakan oleh krama  Banjar Adat Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli, Selasa (18/01/2022).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada krama adat Banjar Pande Kelurahan Cempaga Bangli karena telah melaksanakan upacara Pitra Yadnya dengan sistem gotong royong sehingga dapat terlaksana dengan baik.

“Untuk mendukung pelaksanaan ngaben massal dengan sistem gotong royong ini, Pemkab Bangli telah menyiapkan bantuan masing-masing sawa (jenazah) sebesar Rp 1 juta,” ungkapnya. Karena itu, untuk pelaksanaan ngaben massal di Banjar Pande yang mengupacarai sebanyak 51 sawa, Bupati Bangli saat itu langsung  menyerahkan total bantuan dana sebesar Rp. 51 juta.

Diakui, program ini merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan Pemkab Bangli dibawah kepemimpinan Sang Nyoman Sedana Arta dan I Wayan Diar yang belum genap menjabat satu tahun. Bantuan dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat desa adat yang menyelenggarakan upacara ngaben massal.

“Program bantuan dana ini, kami harapkan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya guna kelancaran rangkaian upacara," ujar Sedana Arta.

Selain itu, Bupati asal desa Sulahan, Susut ini juga menegaskan kepada krama adat Banjar Pande yang melaksanakan upacara tersebut agar tetap menerapkan protokol kesehatan yakni mencuci tangan pada air mengalir, menggunakan masker yang baik dan benar, serta menjaga jarak. Selain itu, ia pun menekankan agar krama adat selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi banjir saat musim penghujan.

“Saya harapkan pula, masyarakat bisa terus mendukung target Pemerintah Kabupaten Bangli menjadikan kota Bangli sebagai kota terbersih di Bali,” pintanya.

Sementara itu Kelian Adat Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli I Wayan Nyepek, S.H mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangli, khususnya Bapak Bupati Bangli, karena telah hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam pelaksanaan upacara adat ngaben masal  tersebut. "Bantuan dana tersebut, tentunya akan bisa meringankan masyarakat kami dan akan kami pergunakan dengan sebaik-baiknya dalam pelaksanaan upacara ngaben massal ini,” ujarnya.

Disampaikan, untuk pelaksanaan Ngaben massal kali ini diikuti sebanyak 51 sawa. Untuk persiapannya sendiri telah dilakukan mulai tanggal 4 Desember 2021. “Serangkaian upacaran ngaben massal itu, hari ini kita melaksanakan upacara Negtegang, Ngulapin dan Ngadegang. Puncaknya, nanti tanggal 21 Januari 2022,” bebernya.  Yang mana, masing-masing sawa dikenakan biaya sebesar Rp 1 juta untuk ngaben dan Rp 1,5 juta untuk meperoras atau atma wedana. Jadi, jika dikalkulasikan masing-masing sawa hanya dikenakan biaya Rp 2,5 juta.

“Jumlah tersebut jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan menggelar upacara ngaben secara pribadi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar