Proyek SD di Asah Duren dari DAK Sisakan Masalah

Salah satu bangunan SD yang selesai dibangun dengan anggaran DAK 2021 tetapi para pekerja dan penyedia bahan belum terbayarkan hingga 2022 ini
Salah satu bangunan SD yang selesai dibangun dengan anggaran DAK 2021 tetapi para pekerja dan penyedia bahan belum terbayarkan hingga 2022 ini

KBRN, Negara : Sejumlah proyek rehabilitasi SD di Kecamatan Pekutatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 masih menyisakan masalah. Salah satunya, para pekerja dan penyedia bahan bangunan  yang masih belum terbayar. 

Sejumlah pekerja proyek rehab ruang kelas di SD Negeri 2 Asah Duren dan SD Negeri 1 Medewi mengungkapkan sudah sebulan ini belum dibayar jasa tukang mereka. Padahal bangunan sudah selesai.

"Kami berharap agar bisa dibayarkan, kami hanya pekerja kecil dan berharap upah itu untuk beli beras dan kebutuhan sehari-hari," ujar salah satu pekerja.

Para pekerja lokal ini rerata berasal dari Asah Duren dan Medewi. Ada belasan pekerja yang belum mendapatkan upah. Begitu juga penyedia barang baik di toko bangunan maupun usaha penyedia kayu. Masih puluhan juta rupiah belum terbayarkan oleh pihak rekanan. Patut dipertanyakan, proyek pemerintah bisa menunggak bayaran ke pekerja dan penyedia bahan yang notabene masyarakat lokal. 

Rehab dua SD Negeri ini diketahui dikerjakan secara kontrak dari CV Jaya Kerthi dari Gianyar. Nilai yang dikerjakan mencapai Rp900 juta lebih dari pagu anggaran Rp1,1 miliar bersumber dari DAK 2021. 

Terkait persoalan ini sejatinya sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana selaku pengelola DAK 2021.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Jembrana, I Nyoman Wenten, Senin (17/1/2022) mengaku telah mempertemukan dengan pihak rekanan. Dinas menurut dia tidak tahu karena tidak berkontrak dengan para pekerja, melainkan hanya dengan rekanan yang mengerjakan yakni CV Jaya Kerthi. Dua pekan lalu Dinas memfasilitasi, dan meminta kepada rekanan menyelesaikan tanggungjawabnya.

"Kami juga kasihan dengan karyawan, kita memfasilitasi dan meminta agar penyedia menyelesaikan kewajibannya," kata Wenten.

Sebab, pembayaran berkaitan dengan kontrak juga telah dilakukan. Hanya masih tersisa retensi yang merupakan jaminan pemeliharaan pekerjaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar