Pesisir Jembrana Terdampak Air Laut Pasang

KBRN, Negara : Hujan sejak Minggu (5/12/2021) siang hingga Senin (6/12/2021) pagi mengakibatkan sejumlah wilayah di Jembrana banjir. Air laut pasang yang terjadi hampir di sepanjang pesisir Selatan Jembrana juga berdampak kerusakan bangunan di pinggir pantai. 

Dari informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, Senin (6/12/2021) siang, terdapat pesisir yang terkena dampak di antaranya di Banjar Pada Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Desa Pengambengan dan di desa Pekutatan. 

Banjir rob akibat air laut pasang dialami warga di pesisir Pengambengan tepatnya di permukiman dusun Ketapang Lampu. Air laut naik hingga menggenangi sejumlah rumah warga. Sementara di Banyubiru, beberapa rumah warga mengalami kerusakan diterjang gelombang tinggi Minggu malam. Warga telah mengungsi dan pada Senin pagi bergotong royong memasang ban-ban bekas maupun material bekas antisipasi air kembali naik. 

 Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan untuk penanganan awal TRC melakukan pemantauan dan pengecekan ke lokasi. Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Senin siang juga langsung turun ke sejumlah titik banjir dan terdampak gelombang tinggi. 

Lokasi yang pertama dikunjungi Wabup Ipat yaitu tempat usaha (warung) milik Agus Suparuwan (30) yang hampir roboh tertimpa  pohon tumbang di Banjar Loloan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan. Selanjutnya Wabup meninjau lokasi banjir akibat meluapnya sungai Pulukan, Desa Pekutatan, dimana terdapat 16 KK yang rumahnya tergenangi  banjir. Sejumlah KK kehilangan peralatan rumah tangga, dan perlengkapannya lainnya. Wabup juga menyempatkan diri meninjau lokasi gelombang tinggi di Banjar Pasar serta warung pinggir pantai di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo yang hancur akibat diterjang banjir rob.

Terakhir Wabup meninjau pantai Pebuahan, Desa Banyubiru dimana banyak rumah warga yang hancur akibat abrasi dan gelombang tinggi di pantai pesisir. 

Wabup Ipat usai peninjauan menyampaikan turut prihatin atas sederet bencana yang menimpa warga di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana. Menurutnya, bencana ini tidak terlepas oleh cuaca ekstrem yang saat ini melanda.

“Untuk itu, kami berharap kepada warga senantiasa selalu waspada, khususnya bagi warga masyarakat yang tinggal di dekat-dekat sungai, pinggir pantai, dan didekat tebing-tebing yang tinggi. Bencana bisa terjadi kapan saja, tidak bisa kita prediksi jadi harus betul-betul waspada,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wabup mengungkapkan pemerintah melalui dinas terkait akan berupaya dalam menanggulangi bencana-bencana yang terjadi, sehingga segera dapat ditangani.

“Saat ini, terlebih dahulu, Saya minta kepada pihak BPBD Jembrana  agar segera menginventaris warga yang terdampak musibah tersebut, sehingga nantinya bisa segera dilakukan penyaluran bantuan sehingga mampu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Wabup Ipat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar