MDA Buleleng Menilai Kesakralan Perkawinan Dipermainkan

KBRN, Singaraja: Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Buleleng mulai bereaksi setelah menyaksikan tayangan konten nganten yang viral di Buleleng, bahkan dalam tayangan itu ditemukan beberapa kejanggalan dari proses yang dilakukan. Demikian juga dari pengakuan keluarga sehingga MDA Buleleng memastikan kesakralan perkawinan secara agama hindu dipermainkan dengan sengaja oleh pihak-pihak yang diuntungkan.

Ketegasan itu diungkapkan Penyarikan Majelis Desa Adat kabupaten Buleleng I Nyoman Westa, Jumat (3/12/2021) siang di Sekretariat MDA Buleleng dan secara tegas meminta agar permasalahan konten nganten tersebut diselesaikan secara tuntas, bahkan MDA telah mengkoordinasikan agar Desa Adat Anturan menyelesaikan permasalahan itu dengan cepat.

“Kalau melihat dari adegan seperti itu, dilihat dari sarana yang tidak lengkap, bantennya dan juga tri upasaksi sebenarnya itu ada manusia saksi, bhuta saksi dan dewa saksi, itu tidak ada, jadi perkawinan itu yang sah yang sakral itu kelengkapan itu yang harus ada, tetapi kalau saya lihat dikonten itu, itu tidak ada, bahkan itu lebih banyak bebanyolan, jadi orang lain, kita dianggap ini hal-hal yang sakral sudah tidak layak lagi dipermainkan,” jelas Westa.

Penyarikan MDA Buleleng Westa menegaskan tidak mentolerir perbuatan oknum-oknum yang memainkan kesakralan dalam adat budaya dan tradisi bali ataupun agama hindu sehingga pihak terkait harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui  pertemuan mediasi yang akan dilaksanakan Sabtu siang oleh Desa Adat Anturan.

Sementara berkaitan dengan proses hukum terhadap konten yang telah diproduksi itu, MDA Kabupaten Buleleng masih menunggu niat baik dari pembuat konten video tersebut, namun bila kesempatan diberikan tidak dimanfaatkan, permasalahan itu akan diselesaikan melalui jalur hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar