Mengenal Behel dan Penggunaannya

drg. Luh Made Sri Lestari

KBRN, Singaraja : Alat Orthodonti atau di masyarakat sering disebut behel adalah sebuah alat bantu yang digunakan oleh dokter gigi untuk memperbaiki susunan gigi. Selain itu, penggunaan behel juga  berguna untuk memperbaiki fungsi kunyah, memperbaiki fungsi bicara, pembersihan gigi menjadi lebih mudah akibat susunan gigi yang berjejal menjadi rapi selain juga bisa memperbaiki bentuk wajah menjadi lebih proporsional sehingga bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien.

Menurut drg. Luh Made Sri Lestari, seseorang perlu menggunakan behel ketika diketahui ada ketidakharmonisan kontak gigi atau oklusi sehingga perlu dilakukan pemasangan behel atau bracket pada rongga mulut pasien untuk memperbaiki kondisi gigi tersebut.

“Biasanya dilakukan sedini mungkin, pada masa pertumbuhan gigi campuran  untuk mencegah keparahan atau pada saat gigi permanen sudah tumbuh semua dimana pasien sudah mengerti bagaimana menjaga, merawat  gigi dan rongga mulutnya tetap sehat dan bersih. Karena saat pemasangan behel akan menimbulkan terjebaknya plak pada bracket itu, sehingga pasien perlu mengetahui cara merawat dan membersihkan gigi secara teliti. Nah saat itulah pasien boleh memakai behel,” jelas dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Kubutambahn II.

Pada awal pemasangan bracket atau behel, pasien akan mengalami rasa tidak nyaman dan sakit karena adanya tekanan dari alat yang dipasang. Selain itu, pemakaian behel bisa mengakibatkan sariawan, peradangan gusi atau gingivitis dan bisa menyebabkan gigi berlubang atau karies.

Terkait lamanya penggunaan behel atau perawatan orthodonti, drg Sri menjelaskan rentang waktunya antara 1-2 tahun tergantung keadaan malposisi susunan gigi dan rongga mulut serta kerjasama pasien, kepatuhan pasien dalam menjalani kontrol mempengaruhi keberhasilan perawatan orthodonti.

Dokter Gigi yang memiliki lesung pipi ini juga mengingatkan, gigi yang dipasangi behel sangat rentan mengalami dekalsipikasi email akibat sisa makanan dan kurangnya kebersihan rongga mulut. Inilah mengapa pengguna behel harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan rongga mulut yang merupakan hal utama yang menjamin keberhasilan perawatan selain juga memperhatikan pemilihan makanan.

“Hindari mengunyah makanan yang keras, lengket dan mengurangi  makanan manis  untuk mengurangi kerusakan jaringan gigi dan gusi dan juga mencegah terlepasnya behel selama pemakaian behel,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00