Anggaran Minim, Pengembangan Desa Wisata Dilakukan Bertahap

KBRN, Bangli : Kabupaten Bangli kini memiliki 31 desa wisata yang tersebar di empat kecamatan yang ada. Sementara saat ini, Pemkab Bangi juga tengah consent untuk mengembangkan desa wisata yang telah ada sejalan dengan kembali sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar saat diknfirmasi, Kamis (21/10) mengakui kalau saat ini pihaknya komitmen untuk membangkitkan desa wisata di Kabupaten Bangli. Dimana, saat ini di Kabupaten Bangli terdapat 31 desa wisata. Dari jumlah itu, terdapat yang telah berkembang atau belum tergaraf sama sekali.

“Di pemerintahan kami sangat komitmen untuk untuk mengembangkan desa wisata yang selama ini belum belum berkembang,” ujar Diar.

Pada intinya desa wisata itu, kata dia, pihaknya aan mensuport pengembangan desa wisata tersebut. Cuma saja, karena banyaknya desa wisata di Kabupaten Bangli tentunya penggarapannya tidak serta merta bisa dilakukan bersamaan. Lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah.

“Kami akan melakukan pengembangan secara bertahap. Untuk tahap awal kita akan gunaan lima desa dulu sebagai pilot project,” jelas pria asal Desa Belantih itu.

Jelasnya, Pemerintah akan hadir untuk pembangunan infrastrukturnya menuju desa wisata seperti jalan dan faslitas umum lainnya. Itu yang sedang kita rencanakan sehingga SK desa wisata yang sudah ada itu tidak menjadi SK kosong, hanya berupa lembaran kertas saja tanpa ada implementasinya.

“Kita tida ingin desa wisata hanya tercatat nama saja, tanpa adanya sentuhan,” bebernya.

Tindak lanjut dari itu, pihaknya saat ini mengaku masih mentabulasi data desa wisata mana saja yang akan dikembangkan terlebih dahulu yang mana pengembangan tentu akan dilihat dari potensinya.

“Saya lihat sejumah desa wisata kini sudah mulai berkembang seperti Tukad Cepung di Desa Tembuku dan desa Apuan dengan potensi Air Terjun Tibumana.

Sementara saat disinggung terkait tindak lanjut rencana Pemkab Bangli pada kepemimpinan mantan Bupati I Made Gianyar  yang akan mengambil alih retribusi ke daerah, diperlukan pembicaraan lanjutan antar semua pihak. Meski demikian, menurut dia, walaupun tidak ditarik oleh Daerah toh juga masyarakat Bangli akan tetap diuntungkan jika Tukad Cepung bisa berkembang.

“Kalau nanti ada akomodasi wisaa di sekitar sana itulah yang kita bidik lewat pajaknya untuk meningkatkan PAD Bangli,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00