Laksanakan PTM, Siswa SMPN 2 Bangli Langsung Jalani PTS

KBRN, Bangli : Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bangli, Senin (27/9/2021) diikuti ratusan siswa dengan penerapan sitem shift. Salah satunya di SMPN 2 Bangli, siswa yang baru masuk langsung melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS).

Kepala SMPN 2 Bangli, Ida Bagus Gede Wardana menjelaskan pelaksanaan PTS di SMPN 2 yang digelar pada hari pertama pelaksanaan PTM terbatas, sesuai dengan kesepakatan bersama antar guru. Tujuannya untuk lebih menjamin nilai yang didapatkan oleh siswa.

“Kalau daring dan dikerjakan di rumah, kan bisa saja siswa dibantu. Atas kecurigaan tersebut, para guru sepakat untuk mencari kualitas agar soal PTS dikerjakan secara langsung. Sehingga diputuskan PTS di SMPN 2 Bangli bersamaan dengan hari pertama PTM terbatas,” jelasnya.

PTS di SMPN 2 Bangli berlangsung selama lima hari. Untuk hari pertama hingga hari keempat, masing-masing ada dua mata pelajaran yang diujikan. Sementara di hari terakhir, ada tiga mata pelajaran. Wardana yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP di Bangli itu mengatakan jika pelaksanaan PTS kembali pada situasi dan kondisi di masing-masing sekolah.

“Selain di SMPN 2 Bangli, SMPN 3 Bangli juga melaksanakan PTS. Kalau SMPN 1 sudah tanggal 20 lalu, secara daring,” ujarnya.

Sementara mengenai PTM terbatas, SMPN 2 Bangli menerapkan sistem shift dari pagi hingga sore hari. Untuk shift pagi, diisi oleh siswa kelas VIII dan kelas IX, sedangkan shift sore diisi oleh siswa kelas VII. Masing-masing shift dibagi menjadi dua sesi.

Wardana mengungkapkan, Sesi I dimulai pukul 07.30 wita hingga 09.30 wita untuk siswa kelas VIII dan IX dengan nomor ganjil. Sedangkan siswa nomor genap, mengikuti Sesi II, yang dimulai pukul 10.00 wita hingga 12.00 wita.

“Begitupun dengan siswa kelas VII juga dibagi dua sesi. Sesi I, dimulai pukul 12.30 wita hingga pukul 14.30 wita untuk nomor ganjil, dan Sesi II dimulai pukul 15.00 wita hingga 17.00 wita,” ungkapnya.

Wardana menjelaskan pengaturan shift ini, menyesuaikan aturan dari pemerintah serta petunjuk teknis yang ada. Dimana maksimal siswa dalam pembelajaran hanya tiga jam. Karena fasilitas kantin tidak dibuka. Kebetulan juga, jumlah rombel yang ada di SMPN 2 Bangli sebanyak 11 kelas.

“Sebenarnya total ada 17 rombel, namun beberapa masih dalam rehabilitasi,” ujarnya.

Disampaikan pula, dari total 472 siswa seluruh orang tua telah memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti PTM terbatas. Sebab diakui Wardana, seluruh siswa sudah merasa bosan mengikuti pembelajaran daring. Disamping dari orang tua juga menginginkan agar kembali dimulai PTM.

“Kesempatan inilah yang kami manfaatkan pula untuk kembali membentuk karakter siswa. Karena selama daring, ada siswa yang rambutnya mulai gondrong, disemir, dan sebagainya. Untuk pelaksanaan PTM hari pertama ini, cukup lancar dan tidak ada kendala,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00