Pelatihan Bagi Petani Vanili

KBRN, Singaraja : Vanili, mutiara hijau yang menjanjikan saat ini terus dibudidayakan oleh petani bukan saja di dataran tinggi berhawa sejuk namun belakang sudah merambah di dataran rendah. Berbudidaya vanili cukup gampang asalkan didasari ketekunan nantinya akan menghasilkan buah vanili yang memiliki nilai tinggi sepanjang prosesingnya sesuai standar. Untuk memberi motivasi bagi petani dan calon petani vanili, Perhimpunan Petani Vanili Singaraja Bali (PPVSB), Minggu (19/9/2021) siang menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Vanili Hulu-Hilir, Literasi Marketing 4.0.

Menurut Ketua PPVSB, Wayan Rinaya, pelatihan diikuti 50 petani vanili se-Bali dan 150 petani diluar Bali melalui  zoom meeting menghadirkan pembicara Prof Dr Made Suparta Utama dari Compion Vanili Bali, Agung Weda (CEO Bali Organik Subak) dan Lidya Rinaldi (CEO Ladame In Vanili). Memang vanili Bali sempat berjaya di era tahun delapan puluhan, namun akibat ulah oknum tak bertanggung jawab sehingga mempengaruhi produksi dan harga vanili di pasar dunia.

Berkat kegigihan petani-petani yang tergabung dalam wadah PPVSB, petani vanili kembali bangkit untuk membudidayakan mutiara hijau melalui teknologi untuk menghasilkan komoditi berkualitas.

Seperti diungkapkan Prof Dr Suparta Utama, untuk bertani vanili tentunya sistem yang diutamakan untuk menghasilkan buah vanili yang diharapkan. Bila petani mampu menanam vanili dengan sistem yang baik dan benar niscaya akan menghasilkan buah vanili berkualitas dan akan tetap dicari.

Sementara Agung Weda dari Petani Muda Keren menyinggung berbudidaya vanili tidak ada ruginya, pasalnya bila petani mampu mempertahan kualitas melalui petik buah vanili tua, tentu harga akan mengikuti kualitas barang yang dipasarkan.

“Secara ekonomi tanam vanili tidak ada ruginya kita tidak usah pikirkan harga kita pikir stabilitas dan focus kualitas, sering petani bertanya apakah harganya stabil atau tidak secara ekonomi,” jelasnya.

Bila harga stabil dan petani tetap tekun merawat tanaman vanilinya diyakini empat tahun mendatang produksi vanili Bali akan booming. Wayan Rinaya Ketua PPVSB mengajak petani vanili untuk tetap menerapkan teknik berbudidaya vanili yang benar agar nantinya dapat menghasilkan buah vanili berkualitas, mengingat vanili tetap dicari dunia dan harga terakhir buah vanili kering mencapai Rp4 juta perkilogram.

“Bagaimana kita lebih memberdayakan pecinta dan penghobi tanaman vanili agar sungguh-sungguh merawat tanaman vanilinya karena perawatan adalah modal terpenting bagaimana kita bisa membuat produk buah vanili yang berkualitas,” ucap Rinaya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00