Peserta SKD Tidak Diperkenankan Singgah Saat Menuju Tempat Seleksi

KBRN, BANGLI : Jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru di Bangli telah keluar. Berdasarkan jadwal, pelaksanaan SKD akan dilaksanakan tiga hari pada Oktober mendatang.

Saat di konfirmasi Jumat (17/09/2021) Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangli, AA Bintang Ari Sutari membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pelaksanaan SKD akan dilangsungkan selama tiga hari mulai 3 Oktober hingga 5 Oktober. Sedangkan lokasinya, yakni di BPSDM Provinsi Bali. Sementara untuk Tes akan menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

Bintang menjelaskan terdapat sejumlah himbauan dan ketentuan bagi peserta sebelum melaksanakan ujian SKD CPNS dan Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru. Mulai dari anjuran untuk melakukan isolasi mandiri mulai 14 hari kalender sebelum pelaksanaan seleksi, tidak diperkenankan singgah di tempat lain selama perjalanan menuju tempat seleksi.

“Untuk mengikuti seleksi ini, peserta diwajibkan telah melaksanakan vaksinasi minimal dosis 1. Kecuali bagi bagi peserta yang sedang hamil, penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan, serta penderita komorbid. Dalam hal ini, peserta harus membawa surat keterangan dokter yang menyatakan tidak dapat diberikan vaksin karena sedang mengalami salah satu dari tiga kondisi tersebut,” ujar Bintang.

Selain itu, lanjutnya, peserta wajib melakukan swab test PCR kurun waktu maksimal 2x24 jam, atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negative/non reaktif, sebelum mengikuti CASN. Hasil swab PCR atau rapid antigen ini wajib dilengkapi dengan QR Code untuk membuktikan keasliannya.

“Di Bangli pelayanan ini bisa ke RS BMC atau Klinik Anugerah,” ucapnya.

Peserta juga diwajibkan mengisi formulir Deklarasi Sehat yang terdapat di website sscasn.bkn.go.id dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian seleksi. Untuk pengisian formulir ini paling lambat H-1 sebelum ujian.

“Nantinya formulir deklarasi kesehatan yang telah diisi ini wajib dibawa saat akan SKD. Termasuk juga kartu peserta ujian dan lembar panitia ujian, eKTP asli, hasil swab test PCR atau rapid antigen, serta sertifikat vaksin minimal dosis 1 atau surat keterangan dokter. Untuk sertifikat vaksin boleh berupa softcopy atau hardcopy,” sebutnya.

Mengenai ketentuan dalam pelaksanaan SKD CASN dan Seleksi Kompetensi PPPK, Bintang mengatakan peserta seleksi hadir sesuai jadwal yang ditetapkan, paling lambat 90 menit sebelum pelaksanaan SKD untuk proses registrasi dan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan peserta.

“Apabila terlambat, maka peserta tidak diizinkan mengikuti seleksi serta dapat didiskualifikasi. Termasuk apabila peserta tidak hadir, tidak membawa dan tidak dapat menunjukkan kartu peserta ujian, tidak membawa eKTP, tidak membawa atau tidak mampu menunjukkan sertifikat vaksin, maupun surat pernyataan dokter, tidak membawa dan tidak dapat menunjukkan formulir deklarasi sehat. Begitupun jika peserta terbukti memalsukan sertifikat vaksin maupun hasil swab test PCR atau Rapid Antigen,” tegasnya.

Para peserta wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mulai dari menggunakan masker 3 lapis (3 ply) dan ditambah masker kain di bagian luar yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu. Penggunaan pelindung wajah bersama masker direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan.

“Selain itu juga wajib menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer, serta diukur suhu tubuhnya. Bagi peserta yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius, maka dilakukan pemeriksaan ulang sebanyak dua kali dengan jarak waktu pemeriksaan lima menit.

Sementara disinggung ketentuan bagi peserta yang terkonfirmasi positif covid-19 dan masih menjalani isolasi, mantan Camat Susut itu mengatakan, peserta bersangkutan wajib melapor pada panitia seleksi melalui email bkdbangli2015@gmail.com disertai data diri berupa nama, NIK, Nomor Peserta dan Jadwal Sesi. Serta juga melampirkan hasil scan asli bukti surat rekomendasi dokter atau hasil swab PCR dan keterangan menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang, paling lambat H-1 sebelum jadwal SKD.

“Mengenai hal ini, peserta seleksi akan diberikan kesempatan untuk mengikuti SKD pada sesi cadangan yang akan dijadwalkan secara khusus,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00