256 Warga Bangli Terpapar Covid-19, Diperbolehkan Jalani Isoman

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa

KBRN, Bangli : Secara resmi Pemkab Bangli sejatinya telah menyediakan lima tempat Isolasi Terpusat (Isoter), yakni, gedung Diklat RSJP Bali, SKB Kayuambua, Rumah Dinas Kapolsek Bangli, Rumah Dinas Kapolsek Susut dan Asrama Kodim Bangli. Hanya saja, sejauh ini pelaksanaan isoter di Kabupaten Bangli terkesan belum dijalankan secara optimal. Terbukti, sesuai data yang dilansir dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli per tanggal 1 Agustus 2021 tercatat sebanyak 256 orang yang tetap diperbolehkan menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di rumahnya masing-masing. 

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Senin (2/8/2021) menyebutkan banyaknya penyintas Covid-19 yang menjalani isoman karena merupakan klaster keluarga.

“Dan itu, kasusnya sudah duluan dari penetapan adanya Isoter, yang kita laksanakan sejak tanggal 24 Juli 2021 lalu,” ujarnya.

Padahal, diakui sesuai instruksi Gubernur Bali mengharuskan bagi warga yang terpapar Covid-19 agar menjalani Isoter.

“Tapi untuk dikeluarga pun mereka sudah terisolasi terpusat. Jadi satgas desa yang mengawasi. Isolasi itu, kan ada tingkatnya. Mulai dari desa, kecamatan dan kabupaten hingga provinsi. Jadi yang menjalani Isoman itu, tetap menjalani Isoter di tingkat desa,” lanjutnya.

Sejauh ini, memang Pemkab Bangli memberikan kelonggaran jika dalam satu keluarga terdapat lebih dari satu orang yang terpapar Covid-19 maka diberikan melakukan isoman. Sementara disinggung kelanjutan pelaksanaan PPKM level 3 yang masa berakhirnya hari ini Senin (2/8/2021), diakui sejauh ini belum ada kejelasan.

“Kita masih menunggu informasi resmi dari pusat,” sebut Dirgayusa yang juga Kepala Diskominfosan Bangli ini.

Sedangkan terkait hasil evaluasi pelaksanaan PPKM level 3 diakui, masih terjadi fluktuaktif kasus.

“Dalam satu hari, kadang-kadang kasusnya naik, kadang turun jumlahnya. Tapi secara komulatif, cenderung masih mengalami kenaikan dari data sebelumnya,” bebernya.

Tindak lanjut dari itu, pihaknya mengaku akan meningkatkan tracing, sesuai surat edaran akan diperluas dengan perbandingan per satu kasus akan dilakukan tracing hingga 20 orang.

“Selain itu, kita akan mempercepat capaian vaksin tahap II. Sekarang sudah dimulai di tujuh desa. Untuk yang masih tercecer pada tahap satu, kita harapkan segera melapor ke Puskesmas terdekat agar bisa dijadwalkan,” tegasnya.

Sementara jika kembali terjadi kenaikan kasus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan RSU Bangli dan BMC untuk kesiapan tempat tidur untuk perawatan.

Sebelumnya, mengacu laporan perkembangan Covid-19 Kabupaten Bangli per tanggal 1 Agustus 2021 tercatat secara akumuasi jumlah warga Bangli yang terpapar Covid-19 telah mencapai 3.357 orang. Rinciannya, 2.810 telah dinyatakan sembuh, masih dirawat sebanyak 405 orang dan meninggal 142 kasus. Sementara jika dibandingkan hari sebelumnya, terjadi penambahan 51 kasus, 29 yang sembuh dan tambahan 2 korban meninggal dunia.

Diketahui pula, dari 405 kasus yang menjalani perawatan, 45 orang dirawat di RSU Bangli, 39 di RS BMC, 83 di Isoter RSJ. Sedangkan di SKB Kayuambua, sampai saat ini masih nihil diisoter. Sisanya sebanyak sebanyak 256 yang menjalani Isoman.

Disisi lain, Kapolres Bangli, AKBP. I Gusti Agung Dhana Aryawan menegaskan, turut menyiapkan dua tempat untuk dijadikan tempat Isoter. Yakni, Rumah Dinas (Rumdin) Kapolsek Kota Bangli dan Rumdin Kapolsek Susut dengan kapasitas masing-masing tiga kamar.

“Untuk Rumdin Kapolsek Kota, saat ini sudah terisi 7 orang. Sedangkan untuk Rumdin Kapolsek Susut, sebelumnya sempat terisi oleh satu keluarga yang terdiri dari tiga orang. Namun karena sudah selesai masa karantina selama 10 hari, sehingga sudah boleh pulang. Sekarang sudah dilakukan sterilisasi berupa penyemprotan dengan disinfektan,” jelasnya.

Kapolres Bangli mengaku turut menyiapkan tempat isoter tersebut untuk mengurangi beban Isoter di gedung Diklat RSJ.

“Masing-masing Rumdin itu disiapkan untuk satu keluarga. Ini untuk memudahkan masyarakat dan jaraknya lebih dekat,” tegasnya.

Karena itu, dua tempat tersebut akan disiapkan untuk karantina, sampai usai pelaksanaan Isoter. Sementara untuk obat-obatan dan makanan tetap ditanggung oleh Pemkab Bangli.

“Selama ini, kebetulan rumdin tersebut memang kosong. Dimana, yang terdekat disana boleh melakukan karantina ditempat tersebut,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00