PPKM Level 3-4- Berakhir, Efektifkah?

KBRN, Singaraja : Hari ini, Senin (2/8/2021) merupakan batas akhir PPKM level 3-4 yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan penerapan PPKM bertujuan meminimalisasi penyebaran Covid-19. Namun selama PPKM sepertinya kasus global tersebut perkembangan cukup signifikan bahkan timbul permasalahan di beberapa rumah sakit seperti kekurangan oksigen, kekurangan bed (tempat tidur) hingga jual beli bukti vaksin dan hasil test antigent palsu.

Terhadap pelaksanaan PPKM itu sendiri sebenarnya banyak warga berharap tidak akan diperpanjang lagi. Sebut saja Samsid Uja, warga Desa  Sangsit yang merasa sangat khawatir bila PPKM diperpanjang. Diakui PPKM sangat menghambat segala aktifitasnya sebagai buruh harian, terlebih penghasilannya yang tidak seberapa. Baginya, jika PPKM diperpanjang akan membawa petaka bagi keluarga Samsid Uja, terlebih ekonomi keluarga yang tergolong pas-pasan.

"Kalau saya pribadi ya cukup sudah sampai disini dulu PPKM-nya karena ekonomi masyarakat ya, yang sudah dapat bantuan, lagian bantuan itu kan hanya menunjang kebutuhan kita itu kan sehari-hari banyak belum lagi kita dapat bantuan belum lagi yang punya bulanan seperti itu, di bank itu kan harus tetap bayar, mau tidak mau kita harus bayar, kita punya utang kita tidak kerja gimana," keluhnya.

Sementara Gugus Tugas GTPP bentukan Pemkab Buleleng terus bergerak melakukan pengamanan dan pemantauan terhadap aktifitas masyarakat terutama dalam hal pemberlakuan protokol kesehatan. Kabag Ops Polres Buleleng Kompol AA Wiranatha Kusuma, Senin (2/8//2021) pagi mengatakan GTTP memiliki tugas pokok menekan paparan virus diwilayah ini, melalui berbagai upaya salah satunya kegiatan penyekatan, pengawasan terhadap keluar masuknya warga ke Buleleng serta pemeriksaan bukti vaksin. Kegiatan ini secara ketat diberlakukan  semata-mata untuk melindungi masyarakat dari paparan virus yang sangat mematikan itu.

Kompol Agung Wiranatha menambahkan, apapun bentuk antisipasi yang dilakukan gugus tugas tentunya dukungan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program dimaksud. Untuk itu Kabag Ops Polres Buleleng mengajak seluruh warga masyarakat Buleleng, baik dewasa, remaja, anak-anak hingga yang lanjut usia agar mentaati protokol kesehatan, memakai masker dan jauhi kerumunan, sayangi diri, keluarga dan lingkungan.

"Yang terpenting bagaimana kita menerapkan prokes yang ketat artinya semua upaya-upaya penyekatan mengurai kerumunan itu intinya adalah untuk prokes jadi apapun kegiatan kita tanpa dukungan masyarakat tanpa adanya kerjasama ataupun rasa ikut menjaga kesehatan bersama akan sulit kita kendalikan covid ini, apalagi sekarang masuk varian delta ke wilayah kita penyebarannya sungguh masif, sangat cepat," jelas Kabag Ops.

Selanjutnya diimbau kepada masyarakat disamping menerapkan 6 M juga tetap menjaga imun tubuh dan mengkonsumsi vitamin agar terhindar dari paparan virus corona.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00