Ringankan Beban Tunggakan Pajak, Pemerintah Terbitkan Kebijakan Pembebasan Bunga dan Denda

Kanit Regident Polres Bangli, Iptu I Gusti Ngurah Merthadana

KBRN, Bangli : Guna meringankan beban tunggakan pajak kendaran bermotor  masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan  kebijakan tentang pembebasan bunga dan denda terhadap pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).  Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur No. 21 tahun 2021 tentang pembebasan pokok pajak serta penghapusan sanksi administratif berupa bunga dan denda.

Kebijakan pembebasan bunga dan denda terhadap pembayaran PKB dan BBNKB II, dimulai tanggal 8 Juni hingga tanggal 17 Desember 2021. Dimana warga yang menunggak pajak kendaraan lebih dari dua tahun hanya diwajibkan membayar pokok pajak selama dua tahun saja, sementara pajak tahun ketiga dan seterusnya dibebaskan.

“Diskon pajak diberikan kepada wajib pajak yang menunggak pajak lebih dari dua tahun. Misalnya, wajib pajak menunggak pajak selama lima tahun, maka yang bersangkutan cukup membayar pajak dua tahun saja. Sedangkan pajak tahun ketiga dan seterusnya dibebaskan. Termasuk denda juga dibebaskan. Jadi wajib pajak hanya dikenai pokok pajaknya saja selama dua tahun," jelas Kanit Regident Polres Bangli, Iptu I Gusti Ngurah Merthadana, Senin (21/06/2021).

Mertadana menambahkan untuk gratis BBNKB II, berlaku mulai tanggal 4 September hingga 17 Desember 2021. Kata dia, gratis BBNKB II ini diberikan kepada wajib pajak yang akan melakukan proses balik nama, mutasi lokal, dan mutasi dari luar Bali.

“Lesunya perekonomian masyarakat akibat wabah pandemi Covid-19, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi warga mennunggak pajak. Nah dengan adanya kebijakan Gubernur ini, kami berharap agar seluruh pemilik kendaraan bermotor lebih sadar dan taat membayar pajak, serta kedepannya tidak menunda hingga adanya pemutihan denda. Sehingga tidak terjadi gangguan ataupun pelanggaran saat berkendara di jalan raya,” imbuhnya.

Selain itu Kanit Regident Polres Bangli mengimbau kepada seluruh wajib pajak, untuk segera memanfaatkan kesempatan pemutihan ini.

"Selagi masih longgar waktunya, segera manfaatkan kesempatan ini untuk melunasi pajak dan denda. Jangan menunggu hari-hari akhir, karena bisa berpotensi terjadi kerumunan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00