Kejaksaan Buleleng Tetapkan Empat Tersangka Dugaan Kasus Korupsi

Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jalayalantara menyampaikan empat orang tersangka dalam tiga kasus dugaan korupsi.

KBRN, Singaraja: Setelah melalui proses pemeriksaan secara bertahap dan pengumpulan dokumen serta sejumlah barang bukti, Kejaksaan Negeri Buleleng telah menetapkan empat orang tersangka dalam tiga kasus dugaan korupsi.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri Buleleng itu diantaranya dalam penanganan tiga kasus dugaan korupsi pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

Kasi Intel yang juga Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jalayalantara dikonfirmasi Jumat pagi menyebutkan dugaan kasus korupsi yang telah ditetapnya adanya tersangka itu diantaranya Kasus BumDes Patas dan Kasus BumDes Banjar Asem, masing-masing dengan satu orang tersangka, sementara terhadap penanganan kasus dugaan korupsi pada LPD Adat Unggahan di Kecamatan Seririt, Kejaksaan menetapkan dua orang tersangka.

Humas Kejaksaan Buleleng Jayalantara menegaskan, penetapan keempat tersangka dalam dugaan korupsi itu dilakukan setelah melakukan ekspose empat kasus korupsi dan satu dugaan kasus korupsi LPD Anturan masih dilakukan pengembangan.

“Dari empat perkara itu, tiga perkara yakin penyidik menetapkan tersangka berdasarkan itu, anturan yang belum ada karena kita ingin mengembangkan dulu penyidikan umumnya. Barang bukti pasti ada, patas ada dokumen-dokumen bundes yang diamankan itu,” ungkapnya.

Meski kasus dugaan korupsi pada BumDes Patas, BumDes Banjar Asem dan LPD Adat Unggahan sudah ada penetapan tersangka, namun penyidik belum melakukan penahanan terhadap keempat tersangka, sedangkan untuk menguatkan dugaan kasus itu, penyidik Kejaksaan Buleleng telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Disisi lain, Agung Jayalantara juga menyebutkan, upaya pengembangan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan pada LPD Anturan masih terus dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng dengan memeriksa sebanyak 29 orang saksi, baik pengurus LPD maupun dari nasabah LPD Anturan itu sendiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00