Cepat Tanggap Tangani Kebakaran, Damkar Buleleng Dirikan 9 Pos di Kecamatan

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Buleleng I Made Subur siap dirikan Pos Siaga Kebakaran

KBRN, Singaraja: Kesiapsiagaan penanganan kebakaran menjadi Buleleng untuk meningkatkan respon terhadap bencana kebakaran. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Damkar Kabupaten Buleleng I Made Subur, SH saat ditemui diruang kerjanya, Rabu, (16/6/2021).

Terkait itu, Kadis Subur telah membentuk relawan-relawan dan yang terdiri dari Kepala Posko (KAPOS) Pemadam Kebakaran, 2 orang petugas yang berperan melakukan pendataan. Mereka disiapsiagakan selama 24 jam sehari di pos-pos tersebut guna meningkatkan response time terhadap bencana kebakaran yang dilaporkan oleh masyarakat, bersinergi Bersama Pusat Pengendalian Laporan. 

Selain menangani bencana kebakaran, Kadis Subur menyampaikan petugas pos juga bertugas untuk melakukan inspeksi di masing-masing desa. Melalui inspeksi itu akan dilakukan pendataan bagaimana sumber daya yang ada di masing-masing desa dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi kebakaran. Selain itu, pihaknya juga akan menganalisa potensi terjadinya kebakaran dan akses jalan yang dapat dilalui oleh mobil pemadam kebakaran. 

Melalui segala upaya yang telah dilakukan, Subur mengajak kepada seluruh kalangan masyarakat Buleleng sadar akan dampak resiko dari kebakaran dengan mempersiapkan diri lebih awal. Pihaknya akan mengedepankan sinergitas antar instansi dalam penanganan kebakaran.

“Kita akan mengajak peran pemerintah desa, pemerintah kabupaten harus bersinergi, karena tugas tanggung jawab, penanganan kebakaran dan penyelamatan itu adalah tugas kita bersama mulai dari dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu, I Ketut Cantyana selaku Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana mengatakan terkait dengan kejadian kebakaran di Kabupaten Buleleng mulai tahun 2019 sampai saat ini mengalami penurunan. Semenjak tahun 2019 kejadian kebakaran sebanyak 183, kejadian di tahun 2020 mengalami tren penurunan menjadi 133 kejadian.

“Mungkin ini disebabkan karena situasi pandemi Covid-19 dengan sebagian besar mungkin dirumahkan sehingga bisa mengatisipasi keadaan rumah tangga masyarakat umum setempat,” jelasnya. 

Pada tahun 2021 sampai per tanggal 10 Juni ini, Dinas Damkar Kabupaten Buleleng mencatat telah terjadi sebanyak 38 kejadian kebakaran, dan dengan penyelamatan juga terhadap evakuasi ular, lebah, biawak sebanyak 37 kejadian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00