Baru Selesai Dikerjakan, Trotoar di Perbatasan Apuan-Serokadan Amblas

Kondisi trotoar mulai rusak

KBRN, Bangli: Warga masyarakat Desa Apuan dan Desa Serokadan, Kecamatan Susut, Bangli mengeluhkan kualitas proyek  DPT dan trotoar yang berloaksi jalur perbatasan kedua desa tersebut. Pasalnya, belum sampai enam bulan proyek tersebut telah amblas. Kondisi itu membuat jalan aspal retak dan paving diatas terotoar rusak.

Perbekel Desa Apuan I Wayan Sunarta saat dikonfirmasi awak media, Kamis (17/06/2021) membenarkan hal tersebut. Dia mengaku mendapatkan informasi amblasnya trotoar dan jalan aspal tersebut dari Sekdesnya. 

“Tadi pagi pak sekdes menelpon, dia menyebutkan trotoar yang ada di jalur perbatasan Apuan dengan Banjar Serokadan amblas. Kondisi tersebut sudah langsung saya sampaikan ke Dinas PU,” ucapnya. 

Dijelaskan, trotoar dan jalan  amblas ini  berada di jalur Desa Apuan menuju Banjar Serokadan, Desa Abuan. Dimana, jalan tersebut sebelumnya sempat ambrol akibat diterjang banjir. Kemudian untuk, perbaikannya mendapatkan anggaran CSR dari pusat. 

“Jalan tersebut sebelunya jebol akibat diterjang air bah, dan sempat ditinjau Gubenrur Bali. Hingga akhirnya perbaikannya dikucurkan anggaran CSR dari pusat,” jelasnya.

Kata dia, penyebab amblasnya jalan berikut paving tersebut lantaran  tanah di lokasi labil, akibat kurangnya pemadatan oleh rekanan. Karena saat perbaikan jalan jebol, disana terdapat perbaikan gorong-gorong dan penguruguan. 

“Kemarin di desa kami turun hujan, hingga membuat tanah urug amblas hingga mebuat jalan aspal dan paving juga ambrol,”jelasnya.

Dia lanjut menambahan, anggaran perbaikan jalan jebol tersbeut bersumber dari CSR pusat dengan nilai Rp 180 juta. Dimana, anggaran tersebut sudah inglug untuk pebuatan DPT dan pavingnisasi dan pembangunan reling yang menggunakan bata merah. 

“Untuk pemborongnya kami kurang tahu,  karena langsung diturunkan pusat. Namun yang jelas warga kami ada yang dipekerjakan di sana,”bebernya.

Berkaitan dengan itu, dia berharap agar rekanan yang mengerjakan proyek CSR ini segera melakukan perbaikan. Mengingat proyek baru selesai saat Hari Raya Kuningan belum lama ini, masih dalam perawatan. 

“Malu kita sama masyarakat proyek belum mencapai enam bulan sudah ambrol,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00