Kasus Perceraian Harus Tuntas di Pengadilan

Pengadilan Negeri Singaraja

KBRN, Singaraja: Pengadilan Negeri Singaraja hingga saat ini masih menemukan sejumlah permasalahan perceraian di Kabupaten Buleleng yang hanya diselesaikan secara adat sehingga dalam proses tersebut akan mengalami permasalahan hukum kembali ketika akan kembali menikah sebab belum adanya keputusan yang sah berkaitan dengan penerbitan akte perceraian.

Ketua Pengadilan Negeri Singaraja, DR. I Gede Yuliartha, Rabu (16/6/2021) siang mengungkapkan, kasus perceraian di Buleleng merupakan kasus tertinggi yang sedang dilakukan penanganan di Pengadilan Negeri Singaraja, demikian juga permasalahan hukum pada bidang perceraian itu hanya diselesaikan pada tingkatan di Desa Adat dan bukan ke Pengadilan.

"Makanya banyak sekarang permasalahan-permasalahan hukum di bidang perceraian itu mereka banyak mengajukan gugatan yang didasarkan pada proses perdamaian di adat tapi tidak mendapatkan akte perceraian, walaupun perceraian itu terjadi di sidang pengadilan, namun perceraian itu akan mempunyai akibat hukum ketika perceraian itu didaftarkan di Kantor Catatan Sipil dan keluarlah akte perceraian,” ungkapnya.

Atas kondisi itulah, Pengadilan Negeri Singaraja memberikan pemahaman berkaitan dengan status perceraian yang tidak saja diselesaikan pada Desa Adat, namun perceraian tersebut harus dituntaskan melalui proses peradilan hingga mendapatkan putusan hukum yang kuat dan diperkuat juga terbitnya akta perceraian yang dikeluarkan Kantor Catatan Sipil berdasarkan putusan yang ditetapkan pengadilan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00