Mucikari Prostitusi Online Dibekuk Polisi

Polisi menunjukkan barang bukti dan pelaku mucikari prostitusi online

KBRN, Jembrana: Kasus prostitusi online diungkap jajaran Polsek Negara, Jembrana, Bali. Polisi membekuk mucikari, PM (26) asal Bekasi yang sudah menjalankan prostitusi di salah satu hotel di Baluk, Kecamatan Negara. Terungkapnya kasus ini  setelah salah satu PSK yang dijajakan oleh mucikari melalui aplikasi Mi-chat, kabur lantaran merasa dipaksa dan tidak kuat. Korban, AH (25) asal Bogor, sebelumnya dijanjikan akan bekerja di Spa di Bali. Tetapi, ternyata korban justru dijadikan budak seks lelaki hidung belang dengan ditawarkan melalui aplikasi MiChat. 

“Pelaku Senin malam kabur lewat jendela kamar hotel dan lompat pagar sehingga saat  laporan ke Polsek penuh luka di tubuhnya karena sempat terjatuh. Pelaku mengaku tidak kuat setelah diminta melayani dua orang tamu dan seluruh pembayaran senilai Rp 450 ribu diserahkan ke pelaku (mucikari),” terang Kapolsek Negara, AKP Gusti Made Sudarma Putra, Rabu (16/6/2021). 

Selain korban, mucikari ini juga mempekerjakan tiga wanita lainnya asal Jawa Barat dan Bogor dengan tarif biaya Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu untuk sekali berhubungan. Korban AH, datang pada  Sabtu (12/6/2021) dan dikenalkan oleh sopir travel dengan pelaku. Kemudian korban berencana mencari kerja di tempat Spa. Korban kemudian diajak ke Singaraja dan menginap semalam. Setelah itu korban diajak ke daerah Negara di salah satu hotel di Desa Baluk. “Saat di Negara ini korban sudah sempat diminta melayani tamu dua orang,” terang Kapolsek. 

Polisi selain mengamankan tersangka mucikari, juga menyita sejumlah barang bukti prostitusi di antaranya kondom, uang tunai hasil transaksi prostitusi,  dua unit handphone dan sprei. Pelaku dijerat  Pasal 2 ayat 1 uu nomor  21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang  atau pasal 296 yo pasal 506 KUHP tentang mucikari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00