22 Desa di Bangli Jadi Percontohan Program Pemilahan dan Pengolahan Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Ida Ayu Gede Yudi Shuta

KBRN, Bangli : Untuk mengurangi volume pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA), Dinas Lingkungan Hidup canangkan program bijak sadia padu. Dalam program tersebut nantinya pemilahan sampah akan dilakukan mulai dari masing-masing rumahtangga.

Saat ditemui di selah kesibukannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ida Ayu Gede Yudi Shuta menjelaskan, program bijak sadia padu merupakan  program pengolahan sampah terorganisir mulai dari rumah tangga di tiap desa. Saat ini program tesebut sudah tahap pendataan 22 desa yang akan dijadikan percontohan. Supaya nantinya tiap  desa mampu mengolah sampah sesuai dengan Pergub Nomor 47 tahun 2019.

“Nantinya 22 desa percontohan tersebut akan kita bina, tentang tata cara pemilahan dan pengolahan sampah organik dan non organik mulai dari rumahtangga. Selain itu nantinya di tiap desa tata cara pemilahan sampah tersebut agar dimasukan kedalam awig-awig, dimana ketika sampah tidak terpilah dengan baik maka sampah tidak akan diangkut oleh petugas,” jelasnya.

Lanjut dia saat ini pihaknya sudah memelih 22 desa yang akan dijadikan percontohan, yang tersebar di empat Kecamatan yakni Kecamatan Bangli, Tembuku, Susut dan Kintamani. Kata dia program bijak sadia padu merupakan program trobosan DLH yang bertujuan untuk meminimalkan pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir dan agar masyarakat mampu mandiri dalam pemilahan dan pengolahan sampah.

 “Jika dipilah dengan baik sampah juga memiliki nilai ekonomi terutama sampah non orgadik bisa didaur ulang menjadi kerajinan dan baranglainya, sementara sampah organik bisa kita jadikan pupuk. Tiap desa nanti akan kita  kerjasamakan dengan bank sampah,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00