Pratima Keris Lekuk Lima Di Pura Dadia Kayu Selem Penarukan Dilaporkan Raib

KBRN, Bangli : Kasus pencurian dengan menyasar benda suci (pratima) kembali kambuh di wilayah hukum Polres Bangli.  Menyusul adanya laporan kehilangan pratima berupa keris lekuk lima di Pura Dadia Pasek Kayu Selem, Banjar Penarukan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli, Senin (3/5/2021) sekitar pukul 07.30 wita.

Dari hasil olah TKP polisi, kuat dugaan pratima yang disakralkan warga tersebut telah dicuri. Mengingat kondisi gembok Gedong penyimpenan pratime tersebut telah dalam kondisi rusak akibat dicongkel.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan saat dikonfirmasi Selasa 04/05/2021)membenarkan adanya laporan kasus pencurian pratima tersebut. Pihaknya menerima laporan dari I Ketut Sulandra (42) selaku Jro Mangku Dadia Pasek Kayu Selem.  Kronologis kejadian, berawal pada Senin sekitar pukul 07.00 wita, pelapor sedang bersih-bersih di areal pura karena akan berlangsung Piodalan pada Selasa (4/5/2021).

“Saat itu saksi justru melihat kondisi gembok di Meru Tumpang Satu sudah rusak tercongkel. Demikian pula, pada Meru Tumpang Tiga, tempat penyimpenan pretima keris lekuk lima juga mengalami kerusakan pada bagian gemboknya. Saat diperiksa, keris tersebut sudah tidak ada pada tempatnya,” ungkap Kapolres Bangli.

Selanjutnya, sesuai laporan yang diterimanya, Mangku Sulandra lalu menghubungi dua pengempon pura, I Nengah Ada (37) dan I Made Sueden (45) untuk bersama-sama melaporkan kejadian itu ke Polsek Tembuku pagi itu juga.

Dari keterangan saksi jro mangku, sekitar dua bulan sebelumnya yang bersangkutan sempat melihat pintu di Meru Tumpang Satu agak terbuka. Namun sayangnya saat itu dirinya tak memiliki kecurigaan sehingga tak langsung melihat kondisi gedong secara dekat.

“Dugaan kami kemungkinan dicurinya saat itu, tapi baru diketahui sekarang,” ungkap AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan.

Tindak lanjut dari itu, kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.

“Atas laporan itu, anggota sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Pelakunya masih dalam proses lidik. Semoga saja bisa segera terungkap,” harapnya.

Sementara disinggung soal nilai kerugian, pihak pelapor belum mengetahui secara pasti, sebab barang yang hilang merupakan barang sakral atau benda yang disucikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00