Perusda Bali Jajaki Kerjasama Penanggulangan Air Limbah Domestik di Jembrana

Sosialisasi pengelolaan air limbah domestik melibatkan desa adat di Jembrana
Sosialisasi pengelolaan air limbah domestik melibatkan desa adat di Jembrana

KBRN, Negara : Perusda Provinsi Bali menjajaki kerjasama pengolahan air limbah domestik di Kabupaten Jembrana. Sosialisasi kerjasama pengelolaan air limbah ini melibatkan desa adat  di Jembrana. Upaya pengelolaan air limbah hingga ke desa-desa ini mendapat dukungan dari Wabup Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna. 

Sosialisasi yang digelar pada Minggu (18/4/2021) di Desa Baluk itu juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Kepala Unit Air Bersih Perusda Bali Ida Bagus Ketut Purbanegara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana, I Wayan Sudiarta, Kepala BAPPEDA LITBANG Kabupaten Jembrana, I Ketut Sujana serta Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia dan para Bendesa Adat se-Kecamatan Jembrana, Kecamatan Negara, dan Kecamatan Melaya.

Wabup Patriana Krisna dalam kesempatan itu mengatakan kerjasama Perusda Provinsi Bali dengan desa adat se-Jembrana ke depannya diharapkan bisa mengatasi masalah pencemaran air limbah domestik.

“Kita menyambut baik pembahasan kerjasama ini dapat memberikan kontribusi positif guna mengatasi permasalah limbah sehingga tidak mencemari lingkungan,” ujar Wabup Patriana Krisna. 

Selain itu, Wabup juga menyebutkan rencana pengolahan air limbah sangat bagus karena sangat menguntungkan bagi lingkungan. 

“Selain menjaga lingkungan dari limbah cair keuntungan lain yaitu kemudahan bagi masyarakat, jadi harapan kami sesuai dengan pemaparan tadi agar segera terlaksana," jelasnya

Dalam sosialisasinya itu Kepala Unit Air Bersih Perusda Bali, Ida Bagus Ketut Purbanegara mengatakan sebelumnya Ia sudah sempat mengadakan sosialisasi bersama desa adat se-Kecamatan Jembrana, Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya. Dan sosialisasi lanjutan ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada seluruh masyarakat Jembrana melalui bendesa adat. 

Ia juga berharap dengan adanya kerjasama antara Perusda Bali dengan Desa Adat se-Jembrana itu, kedepannya dapat mengatasi masalah pencemaran terhadap limbah cair di Jembrana dengan melakukan pengolahan limbah cair.

“Dari permasalahan tersebut penyelesaiannya akan kita cari formulanya, jadi dengan kerjasama ini data yang kita perlukan dapat terkumpul melalui Desa Adat," ungkapnya.

Purbanegara juga menjelaskan mengenai kerjasama dengan Desa Adat, khusus untuk di Bali Desa adat memiliki kekuatan untuk mengkondisikan masyarakat di Bali dengan baik. Seperti contoh di Denpasar tidak semua masyarakat adalah warga adat, tetapi mereka ada di wilayah atau wewidangan Desa Adat, jadi harapannya wilayah desa adat yang ada di Bali menjadi baik dan bersih dari limbah cair.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00