Pengajuan BPUM Dibuka Kembali, Disdagperinkop UKM Akan Memfasilitasi

Rapat Bersama DIsdagperinkop UKM Buleleng

KBRN, Singaraja : Guna menanggulangi dampak pandemi Covid-19 bagi para pelaku usaha mikro di Kabupaten Buleleng, pemerintah membuka kembali pengajuan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Kepala Disdagperinkop UKM, Dewa Sudiarta, Selasa (13/4/2021) menjelaskan, khusus bagi pelaku usaha mikro di Kabupaten Buleleng pengajuannya akan difasilitasi oleh Disdagperinkop UKM Kabuaten Buleleng.

“Bantuan bagi pelaku usaha mikro tahun 2021 diprogramkan kembali oleh pemerintah sebagai salah satu program prioritas terkait dengan pemulihan ekonomi nasional,” jelas Sudiarta.

Bagi pelaku usaha mikro di Kabupaten Buleleng yang ingin mengajukan BPUM dapat melakukannya melalui perbekel dan kelurahan wilayah masing-masing, dengan mengisi formulir untuk pengisian data untuk proses verifikasi di pusat. Selain itu, bagi para pelaku usaha mikro juga perlu menyiapkan fotokopi E-KTP, kartu keluarga dan nomor induk usaha atau surat keterangan usaha dari perbekel atau lurah setempat.

Bagi pelaku usaha juga disyaratkan bukan jajaran ASN, Polri, TNI, dan pegawai BUMD atau BUMN.

"Yang terpenting, pelaku usaha tidak sedang menggunakan Kredit Usaha Rakyat. BPUM saat ini juga diprioritaskan bagi para pelaku usaha yang belum mendapatkannya pada tahun lalu," imbuhnya.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, pihaknya akan meneruskan pengajuan tersebut ke pemerintah pusat untuk selanjutnya akan diverifikasi. Bagi pengajuan yang lolos verifikasi, maka BPUM akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Setiap pelaku usaha akan diberikan dana sebesar Rp1,2 juta.

Dewa Made Sudiarta menambahkan, untuk mendata para pelaku usaha di Kabupaten Buleleng, kedepan pihaknya akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang akan mendata seluruh usaha mikro yang diajukan. Pengajuannya pun bersifat satu pintu yakni hanya melalui Disdagperinkop UKM Kabupaten Buleleng.

Hal itu sesuai dengan kebijakan pusat, untuk menghindari resiko terjadinya data-data ganda. Agar informasi tersebar luas, pihaknya juga akan menggandeng kecamatan hingga pemdes dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi kepada semua pelaku usaha mikro.

Kedepannya, Sudiarta berharap dibukanya pengajuan BPUM ini dapat membantu geliat para pelaku usaha mikro di Kabupaten Buleleng. Sehingga, secara perlahan perputaran roda ekonomi di Kabupaten Buleleng pulih kembali dari dampak pandemi Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00