Tradisi Potong Kerbau di Asahduren, Sambut Galungan

Warga Asahduren melakukan tradisi potong kerbau setiap menjelang Galungan
Warga Asahduren melakukan tradisi potong kerbau setiap menjelang Galungan

KBRN, Negara : Tradisi potong kerbau (nampah kebo) ditengah masyarakat Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, dilakukan menjelang Hari Raya Galungan. Masyarakat yang tergabung dalam beberapa kelompok mepatung (urunan) untuk membeli kerbau dan memotongnya dua hari sebelum hari Raya Galungan atau saat Penampahan Galungan. 

Bendesa Asahduren, I Kadek Suentra, Selasa (13/4/2021) mengungkapkan tradisi nampah kebo ini dilakukan masyarakat sejak lama dan merupakan tradisi turun temurun. Berbeda dengan kebanyakan masyarakat di Bali, saat Galungan identik dengan potong Babi. 

Hal ini bukan tanpa alasan. Sejak awal, leluhur menerapkan tradisi ini didasari ada beberapa pura yang memang tidak dikenankan menggunakan sarana daging babi. Tetapi bisa diganti dengan ayam atau kerbau.

"Karena itulah tradisi ini terus dilakukan masyarakat, hingga sekarang ini," kata Suentra. 

Memang harga Kerbau relatif lebih mahal dibandingkan dengan Babi. Tetapi masyarakat masih menjaga tradisi ini dengan bergotong royong mengumpulkan dana untuk membeli Kerbau. Satu ekor kerbau, harganya berkisar antara Rp30 juta hingga Rp35 juta. Warga membentuk kelompok antara 30 hingga 35 orang dan jauh hari sebelum Galungan sudah menabung untuk membeli kerbau Galungan. Sehingga ketika hari raya tidak terlalu membebani demi menjalankan tradisi turun temurun. 

Untuk daging yang sudah dipotong setelah dibagi, kemudian diolah menjadi tum, sate hingga rawon daging Kerbau.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00