Pandemi Tak Pengaruhi Penjualan Daging Ayam Saat Galungan dan Ramadhan

Salah satu pedagang daging ayam di Jalan Patimura Singaraja
Meskipun harga daging ayam naik, pembeli tetap ramai

KBRN, Singaraja : Pandemi Covid-19 ternyata tidak mempengaruhi penjualan daging ayam jelang Hari Raya Galungan. Apalagi Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu (14/4/2021) besok, bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1442 H, sehingga jumlah permintaan daging ayam pun meningkat hingga 2 kali lipat. 

Seperti diungkapkan oleh Adi (27) salah satu pedagang ayam asal Penarungan, Buleleng, meskipun harga daging ayam naik hampir Rp5.000 dibanding hari biasa, Ia mampu menjual 90 kilogram daging ayam hanya dalam waktu 3 jam.

"Untuk saat ini, kurang lebih bawa 90 kiloan dari jam 5 sampai sekarang jam 8 habis dah ini. Kalau di hari rayanya (Lebaran - red) dua kali lipat biasanya bawa," ucapnya saat ditemui Selasa (13/4/2021) di Jalan Patimura Singaraja.

Untuk daging ayam, Adi mengaku mendapat pasokan dari penyalur ayam asal Desa Panji. Jelang hari raya seperti saat ini menurutnya jadi ajang lomba antar pedagang untuk berebut pasokan ayam agar mampu memenuhi permintaan para pelanggan yang memang jumlahnya lumayan membludak. 

Adi pun berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga penjualan daging ayam bisa kembali normal, tidak hanya melayani pembeli yang datang ke pasar saja tetapi juga permintaan dari hotel-hotel dan restoran.

"Harapannya biar cepat normal, itu aja. Situasinya biar cepet normal, nanti semuanya kan jalan juga, semua hotel. Tapi kalau sekarang pandemi hotel mana buka, kita juga kena dampak jadinya," pungkas Adi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00